Selasa, 09 Juli 2019 20:55 WITA

Kelola Produk Kefir, Dosen dan Mahasiswa Unimerz Kunjungi Sinjai Barat

Editor: Adil Patawai Anar
Kelola Produk Kefir, Dosen dan Mahasiswa Unimerz Kunjungi Sinjai Barat

RAKYATKU.COM, SINJAI - Sinjai Barat dikenal akan kopi, susu sapi murni dan beraneka ragam sayur mayurnya. Menyadari adanya potensi tersebut, dosen Universitas Megarezky (Unimerz) beserta sejumlah mahasiswa berkunjung ke Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat, Selasa-Rabu (9-10/07/2019).

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya melakukan kunjungan sosialisasi dan pendekatan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam rangka melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas).

Pengolahan dan Pemasaran Online Produk Susu Kefir di Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai di bulan Juli. Abdimas tersebut didukung oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui hibah Abdimas Program Kemitraan Penganggaran tahun 2018, Pelaksanaan tahun 2019.


Kunjungan tersebut merupakan ajang pendampingan bagi masyarakat tentang tata cara pembuatan susu kefir dan olahan lainnya, manfaat susu kefir ditinjau dari kandungan gizinya, contoh aplikatif produk susu kefir sinjai barat dan berbagai cara pemasaran online dan keuntungannya.

Acara tersebut dihadiri oleh 50 peserta dari kalangan masyarakat, Kepala Desa Gunung Perak H Muhammad Yunus SE. Juga turut hadir Dosen Unimerz, Safaruddin SSi MSi Apt dan Kabah SSi MKes. Dari mahasiswa Unimerz diantaranya Ayuni, Sumardi dan Novirianti Ahmad.

Safaruddin selaku ketua tim abdimas Unimerz mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan abdimas ini karena mereka menyadari potensi susu sapi murni yang ada di desa mereka.

"Apalagi kegiatan pendampingan ini juga ada sesi praktik, sehingga masyarakat bisa langsung membuat susu kefir," katanya.

"Pada pelatihan sekaligus pendampingan ini masyarakat diberikan bibit kefir serta alat dan bahannya sehingga memudahkan proses praktik pembuatan susu kefir," tambah dosen Farmasi ini.

Selanjutnya, masyarakat akan dikunjungi lagi oleh tim abdimas untuk tahap evaluasi program.

"Kami ingin memastikan pendampingan yang tim kami lakukan bermanfaat dan bisa diaplikasikan oleh masyarakat," tutup Dosen asal Bone ini.

Loading...
Loading...