Senin, 01 Juli 2019 13:45 WITA

MTH Poltekpar Makassar Gelar FGD Peningkatan Pelayanan Prima bagi Pelaku Usaha

Editor: Adil Patawai Anar
MTH Poltekpar Makassar Gelar FGD Peningkatan Pelayanan Prima bagi Pelaku Usaha

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Program Studi Manajemen Tata Hidangan (MTH) Politeknik Pariwisata Makassar menggelar Forum (Focuss) Group Discussions (FGD) penelitian di Lilianto Hotel Polewali Mandar, Sabtu 29 Juni 2019.

Kegiatan ini digelar dalam rangka bagaimana mengupayakan peningkatan pelayanan prima pada pelaku usaha hotel, restoran, dan rumah makan. Kegiatan ini diikuti para pelaku usaha restoran rumah makan dan hotel se kabupaten Polman.

Kabid Usaha Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Polman, Baso A Matturungan berharap, FGD ini dapat membuka motivasi dan memberi serta perubahan mindset bagi pengelola restoran, rumah makan dan hotel didaerah ini terkait peningkatan  pelayanan.

"Kita ingin restoran dan hotel di Polman bisa memberikan pelayanan yg baik sehingga orang betah dan ingin lagi berkunjung," harap Baso.

Sementara Koordinator peneliti, Prodi MTH Poltekpar Makassar, Dr Wim J. Winowatan S.Sos, M.Pd, mengatakan, kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil dari observasi, pengamatan, merasakan langsung pelayanan dan melakukan wawancara dari para pelaku usaha sebagai informan dalam penelitian yang mereka lakukan.

"Setelah menemukan data dari berbagai sumber sebagai informan, ternyata kegiatan ini harus dilaksanakan, sebab, pada umumnya masih banyak pelaku usaha restoran, rumah makan dan hotel belum memiliki SDM yang memahami apa yang dimaksud dengan pelayanan prima dan kompetensi," kata Wim.

Loading...

Menurutnya, hal inilah menjadi tantangan pihaknya sebelum akhir penelitian. Mengingat data dari pemda setempat, jumlah akomodasi dan fasilitasnya serta jumlah wisatawan semakin meningkat dan tidak sebanding dengan SDM khususnya yang memahami konsep pelayanan prima dan kompetensi.

Wim berharap, FGD tersebut menghasilkan kesamaan persepsi tentang bagaimana implementasi kompetensi sehingga pelayanan prima dapat diberikan kepada tamu yang pada akhirnya tamu akan terus bertambah dan pendapatan asli daerah ikut bertambah.

"Ini semua ini bersumber dari SDM yang profesional yang memiliki kompetisi sesuai bidangnya masing-masing," jelasnya.

Sementara salah satu peserta FGF, Babah berharap, agar kedepannya pelatihan tentang cara pelayanan prima bisa dilakukan secara khusus pada resto atau rumah makan,

"Kami pemilik rumah makan biasanya sudah melakukan pelayanan yang baik, namun terkadang karyawan kami belum memiliki kemampuan itu," ungkap pemilik Warung Bandung di Kota Polewali Mandar.

Loading...
Loading...