Senin, 01 Juli 2019 16:08 WITA

Doktor Lulusan Universitas King Saud Riyadh Pimpin STIBA Makassar

Editor: Abu Asyraf
Doktor Lulusan Universitas King Saud Riyadh Pimpin STIBA Makassar
Ketua STIBA Ahmad Hanafi dan Ketua Senat STIBA Muhammad Yusran Anshar meneken berita acara serah terima jabatan, Senin (1/7/2019).

RAKYATKU.COM - Jabatan ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar resmi berganti. Serah terima jabatan berlangsung di Masjid Anas bin Malik, Senin pagi (1/7/2019).

Ketua STIBA kini dijabat Dr Ahmad Hanafi Lc MA. Dia baru saja menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas King Saud Riyadh, Arab Saudi. Ahmad Hanafi menggantikan KH Muhammad Yusran Anshar Lc MA PhD.

Empat bulan lalu, sepulang dari Riyadh, Ahmad Hanafi diangkat menjadi wakil ketua IV STIBA yang yang membawahi Bagian Kerja Sama, Bagian Dana dan Usaha, serta Bagian Hubungan Masyarakat (Humas). Hari ini, langsung promosi jadi ketua STIBA.

Serah terima jabatan dipimpin Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Dr Rahmat Abdurrahman Lc MA. Turut hadir sejumlah petinggi Wahdah Islamiyah, antara Muhammad Ikhwan Djalil, Qasim Saguni, Prof Ahmad Munir, Nursalam Sirajuddin, dan Abdul Hamid Habbe. Hadir pula Ketua DPRD Sidrap, Zulkifli Zain. Tidak ketinggalan sesepuh Wahdah Islamiyah Muhammad Dain Yunta.

Acara ini juga dihadiri Wakil Koordinator Bidang I Kopertais Wilayah XVIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Prof Dr H Sabaruddin Garancang, MA.

Salah satu tantangan Ahmad Hanafi sebagai ketua STIBA adalah mengembangkan program studi. Selama ini, kampus yang beralamat di Kelurahan Manggala ini, hanya membuka satu prodi, yakni perbandingan mazhab.

Tiga prodi baru yang dibuka yakni Ekonomi Syariah, Ilmu Hadis, dan Bahasa Arab. Pembukaan prodi baru tersebut membuat daya tampung STIBA menjadi lebih besar.

Doktor Lulusan Universitas King Saud Riyadh Pimpin STIBA Makassar

Pada tahun ajaran ini, STIBA hanya akan menerima 660 mahasiswa dan mahasiswi baru. Padahal, pendaftar mencapai 1.500 orang.

Pada kesempatan itu, KH Yusran Anshar diangkat menjadi ketua senat STIBA Makassar. Ini pertama kali jabatan ketua senat dipisah sesuai statuta STIBA yang baru.

Muhammad Yusran Anshar merupakan ketua STIBA paling lama, yakni delapan tahun sembilan bulan, sejak 2010 hingga 2019. Pada periode itu, STIBA mengalami perkembangan pesat.

Loading...

Selain berhasil membawa STIBA terakreditasi institusi dan akreditasi prodi, "kabinet" Yusran juga sukses mengubah kampus berbahasa Arab tersebut dari segi infrastruktur.

Masjid Anas bin Malik berdiri megah dengan daya tampung ribuan jemaah. Begitu pula gedung-gedung perkuliahan dan asrama.

Menurut KH Yusran, semua itu karena taufik dari Allah subhanahu wata'ala sehingga bisa memilih para pejabat STIBA yang membantunya meraih hasil seperti yang terlihat saat ini.

"Bukan kami yang pantas mendapatkan amanah tersebut. Tetapi, alhamdulillah, kami banyak dapat bantuan pimpinan, dosen, dan seluruh mahasiswa STIBA," kata Ustaz Yusran, sapaan akrabnya.

"Kami juga bertobat, beristigfar atas kelalaian kepada Allah dan meminta maaf atas kebijakan yang tidak bijak, keputusan yang tidak tepat selama ini. Juga kepada para mahasiswa, mahasiswi, dan para alumni, semoga dilapangkan dadanya untuk menerima permohonan maaf ini," lanjut doktor alumni MEDIU ini.

Ahmad Hanafi mengatakan, salah satu kelebihan Ustaz Yusran selama menjabat ketua STIBA adalah kedekatannya dengan seluruh civitas akademika. Nyaris tanpa jarak. 

"Semoga kami bisa menyamainya," kata dia.

Sementara Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Dr Rahmat Abdurrahman berpesan agar ciri khas STIBA dipertahankan. Selama ini, bahasa yang digunakan dalam lingkungan kampus adalah bahasa Arab. Termasuk dalam perkuliahan dan interaksi antara sesama mahasiswa.

"Kami berharap ciri khas itu dipertahankan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan kita berbahasa Arab," katanya.

Loading...
Loading...