Minggu, 30 Juni 2019 18:55 WITA

Universitas Muhammadiyah Bulukumba Diresmikan, Djumasse Basrah Jabat Rektor

Penulis: Rahmatullah
Editor: Aswad Syam
Universitas Muhammadiyah Bulukumba Diresmikan, Djumasse Basrah Jabat Rektor
Suasana launching Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Minggu, 30 Juni 2019.

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Civitas Akademik Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), melaksanakan seremoni peresmian UMB yang sebelumnya berstatus Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP).

Peresmian ini dilakukan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. Jasruddin, mewakili Kementerian Riset dan Dikti, Minggu, 30 Juni 2019, di Auditorium KH. Ahmad Dahlan Kampus II UMB.

UMB berdiri setelah berubah dari STKIP Muhammadiyah Bulukumba yang berdiri sejak 52 tahun lalu. STKIP adalah salah satu amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan tinggi, yang berdiri pada 20 November 1966, diinisiasi oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah pada masa itu, di antaranya Andi Bakri Tandaramang, dan Andi Mansur. 

Tanggal 21 Mei 2019, STKIP berubah status menjadi Universitas Muhammadiyah Bulukumba, berdasarkan SK Menteri Riset dan Dikti Nomor 416/KPT/I/2019.

Pada peresmian UMB, Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Irwan Akib melantik Jumase Basra, sebagai Rektor UMB yang sebelumnya merupakan Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba. 

Usai dilantik Jumase Basra diikuti oleh jajaran civitas akademika UMB, membacakan Deklarasi Mutu Pengelolaan Universitas.

Prof Irwan Akib dalam sambutannya menyebut, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), adalah universitas yang pertama di wilayah selatan Provinsi Sulawesi Selatan. Olehnya itu, peresmian ini bukan hanya menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah, akan tetapi menjadi kebanggaan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bulukumba.

Lebih lanjut Prof Irwan Akib mengatakan, UMB adalah universitas Muhammadiyah kelima yang berdiri di Sulawesi Selatan setelah Makassar, Parepare, Sidrap dan Palopo.

Loading...

Sehingga kehadiran UMB di Bulukumba, masyarakat di wilayah selatan tidak perlu kuliah jauh-jauh di Makassar. Dikatakannya kehadiran universitas di Bulukumba, tidak hanya untuk kepentingan pendidikan saja, namun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Di samping untuk membina SDM, juga dapat meningkatkan roda perekonomian, khususnya di sekitar kampus ini, melalui berbagai usaha,” beber mantan Rektor Unismuh Makassar ini.

Senada dengan Prof Irwan Akib, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali dalam sambutannya menyampaikan selamat atas berdirinya Universitas Muhammadiyah Bulukumba, yang tentunya menjadi kebanggaan pemerintah daerah dan seluruh lapisan  masyarakat. Pasalnya,  kehadiran UMB merupakan salah satu tonggak kemajuan dalam bidang pendidikan di Kabupaten Bulukumba.

“Peresmian ini akan menjadi catatan sejarah perjalanan bagi perguruan tinggi yang dimiliki oleh Muhammadiyah dan bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba, dalam mewujudkan layanan pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sebagai universitas yang pertama berdiri di wilayah selatan Provinsi Sulawesi Selatan, dirinya menaruh harapan besar terhadap Universitas Muhammadiyah Bulukumba untuk dapat mengakselerasi peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Bulukumba dan wilayah sekitarnya dengan melahirkan generasi terdidik, dan unggul di berbagai bidang keilmuan.

“Kami berharap ke depan, kerjasama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan UMB akan lebih ditingkatkan di berbagai bidang, baik di bidang penelitian dan pengembangan keilmuan, maupun pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Loading...
Loading...