Kamis, 13 Juni 2019 18:14 WITA

Terakreditasi Sinta 2, Jurnal Retorika UNM Siap Menjadi Jurnal Internasional

Penulis: Deni Indrawan
Editor: Mulyadi Abdillah
Terakreditasi Sinta 2, Jurnal Retorika UNM Siap Menjadi Jurnal Internasional
Editor in Chief Jurnal Retorika UNM, Sultan (kanan) saat menerima sertifikat akreditasi dari Direktorat Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jurnal Retorika yang diterbitkan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (UNM) baru saja ditetapkan sebagai Jurnal Nasional Terakreditasi Peringkat 2. 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan telah merilis jurnal-jurnal ilmiah yang terakreditasi pada periode ketiga tahun 2019 melalui SK bernomor 14/E/KPT/2019.

Atas capaian tersebut Jurnal Retorika menjadi jurnal pertama di UNM yang berhasil memperoleh predikat jurnal terakreditasi Sinta 2. Posisi tersebut menempatkan Jurnal Retorika sejajar dengan jurnal nasional ternama lainnya di Indonesia.

Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, UNM, Syukur Saud menyambut antusias peringkat akreditasi yang dicapai Jurnal Retorika. Dosen Bahasa Jerman ini bertekad untuk memberikan dukungan penuh bagi jurnal-jurnal di FBS agar dapat menjadi jurnal terakreditasi. 

"Alhamdulillah, Retorika sudah masuk jajaran jurnal nasional papan atas. Ke depan kita akan dorong agar bisa berkembang menjadi jurnal internasional," ungkapnya kepada Rakyatku.com di Kampus FBS UNM, Kamis (13/6/2019).

Loading...

Senada dengan hal tersebut, Editor in Chief Jurnal Retorika UNM, Sultan mengemukakan bahwa pengelola sedang menyiapkan Jurnal Retorika untuk bertransformasi menjadi jurnal internasional. 

"Secara bertahap kami akan melakukan penyesuaian untuk menjadi jurnal internasional. Kami sudah menyiapkan road map untuk itu," beber doktor lulusan UM Malang itu.

Lebih lanjut, Sultan menjelaskan bahwa salah satu langkah persiapan yang dilakukan adalah pelibatan reviewer internasional untuk menilai kualitas tulisan yang diterbitkan. 

"Kami melibatkan reviewer internasional dari Belanda, Australia, Malaysia, dan Jepang. Mereka sudah menyatakan kesediaan untuk menjadi reviewer," pungkasnya.

Tags
Loading...
Loading...