Kamis, 02 Mei 2019 12:35 WITA

Kedutaan Besar Prancis dan Kementerian Pariwisata Gelar Fite 2019 di Poltekpar Makassar

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Adil Patawai Anar
Kedutaan Besar Prancis dan Kementerian Pariwisata Gelar Fite 2019 di Poltekpar Makassar
Kedutaan Besar Prancis dan Kementerian Pariwisata Gelar Fite 2019 di Poltekpar Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan UNESCO Indonesia menggelar Forum on International Tourism and Environment (FITE) 2019 pada 2-3 Mei 2019, di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara ini dibuka oleh Direktur Poltekpar Makassar Drs Muhammad Arifin, M.Pd, Direktur Pariwisata Wilayah Brittany Prancis Ronan Le Baccon, dan Atase Kerja Sama Pendidikan Kedutaan Besar Prancis Prof. Emilienne Baneth-Nouailhetas.

Rangkaian seminar menghadirkan pembicara internasional dan nasional antara lain Moe Chiba(Specialis Program dan Kepala Unit Kebudayaan UNESCO), Prof. Naniek Harkantiningsih (Peneliti Senior Pusat Penelitian Arkeologi Nasional) dan Muhammad Riza Adha Damanik (Kepala Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia).

Atase Kerja Sama Pendidikan Kedubes Prancis Prof Emilienne Baneth-Nouailhetas mengatakan, sejak 2016, FITE merupakan salah satu kegiatan yang telah membuka ruang untuk dialog antar budaya dalam mendukung nilai-nilai tersebut

"Ini telah mendukung nilai-nilai budaya kita bersama yaitu tanggung jawab komunitas global dalam menemukan model pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan, dengan menghormati warisan budaya dan alam," tuturnya. Kamis, (2/5/2019)

Sementara itu, Kepala Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Muhammad Riza Adha Damanik mengatakan, terkait peran generasi muda dalam mempromosikan pariwisata maritim yang berkelanjutan, masa Depan Indonesia ada di laut.

"Sektor perikanan dan pariwisata berpeluang menjadi penggerak ekonomi nasional. Namun menguasai sumber daya laut harus diiringi dengan penguasaan inovasi, ilmu dan teknologi. Di sinilah peluang generasi muda Indonesia untuk terlibat, " ungkapnya.

Asisten Koordinator Staf Khusus Presiden ini menambahkan, terkait peran mahasiswa di era digital dalam konteks pariwisata laut, dapat mentransformasikan media sebagai alat untuk mengoptimalkan pengelolaan petikan dan pariwisata itu sendiri.

"Transformasikan media sosial sebagai alat untuk mengoptimalkan pengelolaan perikanan dan pariwisata di daerah-daerah. Bentuk masyarakat untuk membangun jejaring pasar yang lebih efektif dan luas," pesannya.

Loading...
Loading...