Selasa, 16 April 2019 16:11 WITA

Humas Polinas Lp3i Makassar Soroti Pemilu 2019

Editor: Adil Patawai Anar
Humas Polinas Lp3i Makassar Soroti Pemilu 2019
Humas Polinas Lp3i Makassar, Azwar Wijaya Syam S.Ip.,M.A.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Humas Polinas Lp3i Makassar, Azwar Wijaya Syam S.Ip.,M.A., berharap seluruh mahasiswanya berkontribusi pada Pemilu 2019. Mahasiswa Polinas Lp3i Makassar pada khususnya harus tetap ambil bagian dalam sejarah sirkulasi kepemimpinan eksekutif maupun legislatif.

Meski demikian, Azwar menyoroti proses Pemilu 2019. Menurutnya, Pilpres 2019 menunjukkan politik dikotomi yang sama sekali tidak mendidik pemilih pemula. Masyarakat dihadapkan pada politik dikotomi yang berpotensi memecah belah yakni pendukung 01 akan dimusuhi oleh pendukung 02 dan pendukung 02 akan dimusuhi oleh pendukung 01. 

"Ini merupakan pendidikan politik yang sarat akan potensi perpecahan yang artinya kurang lebih 50% masyarakat Indonesia akan memusuhi kita ketika memilih paslon tertentu. Belum lagi masalah buzzer politik yang saling perang berita bohong dan hoax yang sama sekali tidak berbasis kepada program-program yang positif," kata Azwar Wijaya.

Ia menjelaskan, 40% mahasiswa/i Polinas tergolong ke dalam pemilih pemula yang artinya masih sangat minim pengalaman dalam sebuah pesta demokrasi. Apalagi tahun ini menjadi tonggak awal pemilihan serentak (presiden dan anggota legislatif) di dalam sejarah berdemokrasi rakyat Indonesia. 

Azwar berharap, mahasiswa Polinas tidak apatis alias golput. Mengingat mahasiswa akan kehilangan identitas jika acuh terhadap demokrasi yang notabene sejak awal digagas oleh kelompok mahasiswa.

Loading...

"Demokrasi adalah sistem sirkulasi kepemimpinan dengan berdasar kepada suara terbanyak dan kita harus menghormatinya. Jadi siapapun yang terpilih dialah yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden yang sama-sama kita harus hormati dan taati, tidak ada tawar-menawar lagi," tegas Azwar.

Humas Polinas Lp3i Makassar Soroti Pemilu 2019

Ia menambahkan, Polinas Lp3i harus berbangga terhadap salah satu program yang menjadi andalan kedua paslon yaitu sistem pendidikan yang link and match dengan dunia kerja. Dimana program link and match ini sudah diterapkan oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (Lp3i) sejak tahun 1989. 

"Lp3i adalah pelopor sistem pendidikan link and match sehingga mahasiswa Polinas Lp3i harus ambil bagian dalam pemilu akbar ini dan harus menjadi pengawal program pemerintah dalam sistem pendidikan yang link and match siapapun yang akan terpilih nanti," pungkasnya.

Loading...
Loading...