Senin, 25 Maret 2019 13:27 WITA

Syafruddin Paparkan 3 Syarat Agar Perguruan Tinggi Jadi Universitas Kelas Dunia

Editor: Andi Chaerul Fadli
Syafruddin Paparkan 3 Syarat Agar Perguruan Tinggi Jadi Universitas Kelas Dunia

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Majelis Wali Amanah Universitas Hasanuddin (Unhas), Syafruddin mengatakan terdapat tiga kunci utama yang harus dilakukan dalam mengembangkan metode pendidikan untuk mewujudkan sebuah perguruan tinggi menjadi andal dan berkelas dunia. 

Pertama, model pendidikan yang terus beradaptasi dengan perubahan saluran lapangan kerja di masa depan. Kedua, sebagian besar pembelajaran perlu diproyeksikan agar 65 persen mahasiswa akan bekerja untuk profesi yang tidak hadir di masa sekarang. 

Ketiga, membuka cakrawala para masiswa agar dapat menemukan peluang baru dan inovasi. Sehingga mereka menyadari jalur profesi sesungguhnya.  

"Mari berjuang untuk membuat perubahan yang luar biasa, butuh kerja keras, komitmen kuat dan kebersamaan kita semua untuk mewujudkan Universitas Hasanuddin yang handal dan berkelas dunia," kata Syafruddin saat meghadiri perkenalan dan ramah tamah Majelis Wali Amanah (MWA) Unhas Periode 2019-2023 di Makassar, Senin (25/3/2019).

Ia menekankan pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai jaminan masa depan suatu bangsa melalui jalur pendidikan memiliki peran sangat penting. Berdasarkan riset yang dilakukan bank dunia di seluruh negara maju, kekayaan SDM adalah proporsi terbesar dari total kekayaan negara. 

Sehingga Unhas harus dapat menciptakan SDM dengan kemampuan global sesuai dengan perubahan jaman untuk memenuhi kebutuhan yang ada. 

“Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana mengajar skill dan pengetahuan untuk para mahasiswa. Tetapi tentang bagaimana upaya melampaui penyebaran nilai-nilai, membangun karakter dan integritas yang membantu generasi muda bangsa menjadi masyarakat global di masa depan," ujar Syafrudin yang juga menjabat sebagai Menteri PANRB.

Tantangan utamanya adalah kemapuan dari lembaga pendidik dan tenaga pendidik untuk mengadopsi perubahan pengetahuan dan teknologi secara cepat agar dapat menginduksi generasi millenial dan berperan dalam peradaban yang baru. 

Revolusi Industri 4.0 akan menjadi ruang dan area bermain utama bagi para generasi millenial dalam upaya pembangunan bangsa di masa mendatang. "Ibarat organisme dan ekosistem, yang paling cocok hidup dalam habitat era digitalisasi dan virtualisasi ya generasi millenial, kepada merekalah nasib bangsa ini akan bertumpu," ungkap mantan Wakapolri ini.

Tidak ada pilihan lain bagi anak bangsa selain bekerja keras, bekerja cerdas, dan selalu meningkatkan kualitas SDM bangsa melalui adopsi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab masa depan dunia bukan lagi berada pada ruang fisik, namun pada tataran virtual.

Loading...

Pemerintah Indonesia sedang bekerja keras menyiapkan pondasi pengetahuan dan teknologi yang akan dimanfaatkan oleh bangsa di masa mendatang melalui beberapa megaproyek. Di antaranya megaproyek palapa ring dan juga pembangunan fiber optik jalur bawah laut dan di darat untuk menghubungkan konektivitas internet wilayah barat, tengah dan timur.

Sedangkan beberapa negara maju menerapkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Arab Saudi melalui tangan dingin Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman mereformasi tatanan negara dan arah pembangunan kerajaan Arab Saudi yang tidak lagi bergantung pada pasokan minyak bumi. 

Memanfaatkan kemajuan teknologi, Arab Saudi membangun megaproyek Neom di kawasan khusus yang akan mendatangkan investasi dunia. 

Sementara itu Jepang memiliki rencana umum pengembangan sains teknologi per lima tahun untuk memanfaatkan teknologi untuk menghadapi perubahan iklim, ketidakstabilan energi, pangan dan air dunia. Jepang berencana menggantikan manusia dengan robot dan memanfaatkan artificial inteligence.

Universitas Ternama
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, menyampaikan ucapan terima kasih atas komitmen Menteri PAN-RB sebagai Ketua Majelis Wali Amanah Unhas untuk membantu mengembangkan Unhas menjadi universitas ternama. 

Dwia berharap, kehadiran Syafruddin sebagai Ketua Majelis Wali Amanah Unhas akan membuat hubungan antara senat akademik dan Majelis Wali Amanah akan lebih sinergis dan harmonis. Ketokohan Syafruddin di kancah nasional dan internasional akan mengantar Unhas ke visi masa depan.

Menurut Dwia tiga tokoh luar yang menjadi Wali Amanah, Syafruddin dan dua pengusaha, Chairul Tanjung dan Sofyan Wanandi akan memberikan pandangan obyektif tentang Unhas. Sebab mereka melihatvdari luar sesuai pengalaman yang dimiliki.

Sebagai catatan, diketahui, Syafruddin baru saja terpilh sebagai Ketua MWA Unhas Periode 2019-2023. Mantan Wakapolri itu terpilih secara aklamasi dalam rapat perdana yang dipimpin Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, di Kantor Wapres RI di Jakarta, pada Jumat (23/3/2019) lalu.

Wapres RI, Jusuf Kalla yang juga anggota MWA Unhas turut hadir dalam rapat tersebut. Syafruddin merupakan MWA Unhas dari unsur masyarakat, bersama Chaerul Tanjung dan Sofyan Wanandi. Sedangkan Jusuf Kalla anggota MWA, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unhas.

Tags
Loading...
Loading...