Rabu, 26 Desember 2018 12:49 WITA

LL Dikti ke UIT Makassar Usai Sanksi Dicabut: Sejahterakan Dosen

Penulis: Azwar Basir
Editor: Mulyadi Abdillah
LL Dikti ke UIT Makassar Usai Sanksi Dicabut: Sejahterakan Dosen
Rektor UIT, Maryam saat menemui Kepala LL Dikti Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin, Rabu (26/12/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar kini bisa bernapas lega usai sanksi dari Kemenristek Dikti telah dicabut. 

Lembaga Layanan (LL) Dikti Wilayah IX Sulawesi menaruh harapan besar kepada UIT Makassar untuk terus berbenah. Salah satunya adalah kesejahteraan para dosen setempat.

Sebab, selama ini dosen UIT Makassar hanya digaji di bawah UMR, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan gaji honorer di kantor LL Dikti Wilayah IX Sulawesi.

Menurut Kepala LL Dikti Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin, kesejahteraan dosen sangat penting agar dosen bisa fokus mengajar mahasiswa.

"Musuh besar kami yaitu, universitas yang tidak berikan kesejahteraan kepada dosennya," ujar Prof Jasruddin, Rabu (26/12/2018).

Sekretaris LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Dr Hawignyo juga menegaskan, pihaknya akan terus menyuarakan kesejahteraan tentang dosen-dosen di universitas.

"Bukan berarti negara sudah memberikan sertifikasi lalu kemudian yayasan tidak memberikan kewajiban, tidak seperti itu, sertifikasi itu sebenarnya untuk menambah kesejahteraan dosen," tuturnya.

Katanya, dosen harus terus diperhatikan oleh yayasan.  Pihaknya berharap yayasan tidak mengabaikan kesejahteraan dosen. 

"Dosen itu kalau di kampus sebagai tulang punggung, tulang punggung kalau tidak bergizi tidak akan mampu untuk berdiri," jelasnya.

"Jadi dosen itu harus betul-betul menjadi perhatian kita semua, perhatikan kesejahteraannya sehingga mereka bekerja dengan baik untuk kemajuan bangsa ini," tutupnya.