Minggu, 23 Desember 2018 03:00 WITA

Adian Husaini: STIBA Bakal Jadi Kampus Terbaik di Indonesia

Penulis: Azwar Basir
Editor: Abu Asyraf
Adian Husaini: STIBA Bakal Jadi Kampus Terbaik di Indonesia
Sidang senat terbuka luar biasa STIBA di Hotel Sahid Jaya, Makassar, Sabtu (22/12/2018).

RAKYATKU.COM - Sekretaris Jenderal Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Dr Adian Husaini menyampaikan orasi pada wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA), Sabtu (22/12/2018).

Dalam acara yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya Makassar itu, dia berharap STIBA Makassar menjadi kampus Islam terbaik. Menurutnya, kriteria kampus terbaik tidaklah rumit. Bahkan selama ini sebetulnya sudah dicapai STIBA Makassar yang merupakan perguruan tinggi yang didirikan Wahdah Islamiyah.

"Kampus terbaik menurut Islam adalah khairun naas anfa'uhum linnas dan khairun naas ahsanuhum khuluqan," kata ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia itu. 

STIBA, lanjutnya, menjadi kampus terbaik jika alumninya mampu menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain serta akhlaknya adalah akhlak terbaik. 

Ustaz Adian juga menyampaikan bahwa kriteria pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia. 

Ini sesuai amanah Undang-Undang Dasar Pasal 31 ayat 3 yang berbunyi, "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang."

Inisiator Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini juga mengingatkan bahwa alumni institusi pendidikan Islam seharusnya tidak ada yang menganggur. Saat ini masih sangat banyak yang belum bisa membaca Alquran serta masih merebaknya kemaksiatan di negeri ini. 

"Itu pekerjaan semua. Harusnya tidak ada yang menganggur. Gajinya dari mana? Ya dari Allah," tegas anggota Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. 

Para wisudawan menurut Adian harus mampu melanjutkan peran para ulama dan santri di nusantara sejak dahulu kala. "Mereka mampu menjaga negeri kita. Ratusan tahun ulama dan santri kita menjaga masyarakat agar tidak dimurtadkan oleh penjajah," kata Ustaz Adian. 

Ia juga berharap STIBA dapat melahirkan para pejuang dan para pemimpin dengan 4C Generation, yaitu generasi yang memiliki "critical thinking" (mampu berpikir kritis), "creativity" (kreativitas), "competition" (mampu berkompetisi), serta "collaboration" (mampu mengkolaborasikan berbagai peran dan kemampuan).

Sementara Ketua STIBA Makassar Dr Muhammad Yusran Anshar berpesan kepada wisudawan STIBA agar mensyukuri nikmat berada di bawah naungan Alquran.

"Kita patut bersyukur dalam momentum seperti ini. Bersyukur atas nikmat ilmu di bawah naungan Alquran," kata Ustaz Yusran.

Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah ini kemudian membaca firman Allah dalam Alquran Surah Yunus ayat 58 yang artinya, "Katakanlah: 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Ia juga mengingatkan bahwa semua keberhasilan yang diraih manusia itu semata karunia dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. "Ini (keberhasilan) lebih baik dari perbendaharaan dunia dan seisinya. Berada di bawah naungannya, menebarkan risalah yang mulia, inilah kenikmatan besar itu. Namun jangan bergembira di atas kesombongan. Kita kembalikan semua ini kepada Allah," imbuhnya. 

Terakhir Ustaz Yusran berpesan agar para wisudawan terus belajar. "Teruslah belajar, karena perintah Allah kepada Nabi-Nya adalah wa qul rabbi zidnii ilman".

Wisuda II STIBA diikuti 350 peserta. Selanjutnya mereka diutus ke berbagai daerah di Indonesia untuk melaksanakan tugas dakwah.