Sabtu, 24 November 2018 17:03 WITA

Menanti Sentuhan Andi Maryam "Obati" UIT Makassar

Penulis: Azwar Basir - Arfa Ramlan
Editor: Mulyadi Abdillah
Menanti Sentuhan Andi Maryam
Rektor UIT Makassar, Dr Andi Maryam saat berbincang dengan awak Redaksi Rakyatku.com, pada Sabtu (24/11/2018). Foto: Arfa

RAKYATKU.COM, RAKYATKU.COM - Dr Andi Maryam menjadi rektor perempuan pertama di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar periode 2018-2022. Tugasnya tergolong berat; "menyembuhkan" UIT Makassar dari kondisi "kritis".

Perempuan kelahiran Soppeng, 19 September 1975 ini,  bukanlah wajah baru di "Kampus Hijau" itu. Ia meniti karier dari bawah, sejak UIT Makassar berdiri pada tahun 2002 silam.

Yah, sudah 16 tahun alumnus Poltekkes Makassar ini mengabdi di kampus milik Haji Haruna itu. Mulai di era kepemimpinan Prof Muin Salim, Prof Baso Ammang, Prof Abd Rahman hingga Prof Muhammad Basri Wello.

Penggila PSM Makassar itu, awalnya bekerja sebagai staf dan pengajar. Dari situ, kariernya perlahan-lahan menanjak. Ia turut dipercayakan mengurus RSU Wisata UIT, hingga menjabat wakil rektor bidang administrasi dan keuangan.

Pada 19 November pekan lalu, Andi Maryam resmi mengantongi SK rektor usai meraih suara terbanyak dalam Pilrek UIT Makassar. Ia menggantikan Prof Muhammad Basri Wello yang mengundurkan diri pada bulan lalu.

Maryam tergolong nekat mengemban jabatan tertinggi itu. Sebab, masa deadline "menyembuhkan" UIT Makassar dari kondisi "kritis" tak sampai sebulan lagi, yakni hingga 8 Desember 2018 terhitung sejak ditunjuk sebagai rektor UIT.

Ia harus menyelesaikan "pekerjaan rumah" yang ditinggalkan Prof Muhammad Basri Wello dalam pemenuhan prasyarat pencabutan sanksi dari Kemenristek Dikti.

"Ini soal pengabdian dan balas budi kepada UIT Makassar. Di sinilah tantangannya agar UIT bisa bangkit dan kembali berjaya," ucap Andi Maryam di Redaksi Rakyatku.com, pada Sabtu (24/11/2018).

Menanti Sentuhan Andi Maryam

Maryam yang memiliki disiplin ilmu kesehatan, sudah mengantongi "diagnosis" atas kondisi tubuh UIT Makassar yang "kritis". Penyakit administrasi kemahasiswaan yang terkuak sejak 2015, harus terobati meski dalam waktu yang kasip.

Ada 3.000-an mahasiswa "tersisa" tak boleh jadi korban. Begitupun dengan para dosen dan karyawan yang berjumlah 700 orang yang selama ini "menggantungkan hidup" di UIT Makassar. 

"Kita sekarang memperbarui akreditasi beberapa jurusan yang sudah kedaluwarsa, sinkronisasi di Pangkalan Data Dikti berdasarkan hasil pertemuan dengan Tim EKA (Evaluasi Kinerja Akademik). Insyaallah, tanggal 3 Desember sudah tuntas," kata Maryam dengan nada optimis. 

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIkti) Wilayah IX Sulawesi. Dengan harapan, mendapat bantuan dalam hal sinkronisasi Pangkalan Data Dikti. Begitupun dengan hal lainnya agar UIT terbebas dari sanksi.

Menanti Sentuhan Andi Maryam

"Saya memang belum dilantik. Namun, paling penting adalah menyelamatkan UIT Makassar. Biarkan kami fokus bekerja sampai tanggal 8 Desember," tandasnya. 

Sentuhan Rektor Perempuan

Andi Maryam kini menambah daftar rektor perempuan di Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam catatan redaksi, Andi Maryam adalah perempuan ketujuh yang menjabat rektor. 

Enam perempuan lainnya adalah Prof Dr Masrurah Mokhtar (eks Rektor UMI), Dr Niniek F Lantara (eks Rektor UPRI), Prof Dr Dwia Aries Tina (Rektor Unhas), Dr Majdah M Zain (Rektor UIM), Dr Apiaty Kamaluddin Amin Syam (Rektor Universitas Pebabri), dan Prof Dr A Siti Melantik Rompegading (Rektor Universitas Sawerigading).

Rektor perempuan tersebut telah berhasil membawa perguruan tinggi kian lebih baik. Seperti Unhas masuk salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Begitupun UMI yang masuk perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. 

Kesuksesan itu kian meyakinkan Maryam untuk membawa UIT Makassar bangkit dan kembali berjaya, sejajar dengan perguruan tinggi swasta lainnya di tanah air, khususnya Sulawesi Selatan. 

"Perempuan jauh lebih care dibandingkan laki-laki. Hal sekecil apapun akan menjadi perhatian perempuan dan memang hal sekecil apapun itu bisa membuat orang jatuh," demikian Andi Maryam.

BIODATA

Nama: Dr Andi Maryam SST SKM MKes
Lahir: Soppeng, 19 September 1975
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama: Islam
Alamat Rumah: Phinisi Nusantara Residence B10/Jl. Faisal Raya 1 Makassar
Nama Suami: Andi Muhammad Asri SE MM
Nama Anak: 
1. A. Diandra Assyifa Safitrah
2. A. Abdurrahman
3. A. Muhammad Yusuf

Riwayat Pendidikan

1. Sekolah Dasar: SDN 82 Mannagae Soppeng tamat Tahun 1998
2. SMP Negeri 23 Makassar tamat Tahun 1991
3. SPK Labuang Baji tamat Tahun 1994
4. Poltekkes Makassar tamat Tahun 1995
5. D-III Kebidanan Poltekkes Makassar tamat Tahun 2001
6. D-IV Bidan Poltekkes Makassar tamat Tahun 2008
7. S1 Kesmas UIT tamat Tahun 2006
8. S2 Kesmas UIT tamat Tahun 2010
9. Program Studi S3 Kedokteran Unhas tamat Tahun 2015

Riwayat Pekerjaan

1. Bidan PTT di Kabupaten Soppeng Tahun 1995-1998
2. Staff dan Pengajar pada Program Studi D-III Kebidanan dan pasca sarjana UIT Makassar Tahun 2002 sampai sekarang
3. Kepala Tata Usaha RSU Wisata UIT Tahun 2014 sampai 2017
4. Ketua Prodi D-III Kebidanan UIT 2004 - 2011
5. Dewan Pertimbangan UIT 2015-2016
6 wakil Rektor Adm dan keuangan uit 2017- 2017
7 Wakil Direktur Adm, sarana dan keuangan 2017 sd sekarang
8. Rektor UIT priode 2018-2012

Organisasi

1. Anggota IBI Cabang Makassar
2. Wakil Ketua Forum Komunikasi Kebidanan Kopertis Wilayah IX Sulawesi
3. Sekretaris HPTKES Wilayah Sulawesi
4. Anggota AIPKIND Wilayah Sulawesi
5. Bendahara PGRI Cabang UIT Kota Makassar
6. Ketua BSMK Universitas Indonesia Timur
7. Pengurus Harian APTISI Pusat divisi Dana dan Usaha
8. Pengurus BKSP Propinsi Sulsel
9. Pengurus AAI propinsi Sulsel
10. Ketua IBI Ranting UIT