Senin, 19 November 2018 14:20 WITA

Jangan Sampai Terjajah, TI-UIN Bahas Manfaat dan Mudarat Media Sosial

Penulis: Nur Izzati
Editor: Nur Hidayat Said
Jangan Sampai Terjajah, TI-UIN Bahas Manfaat dan Mudarat Media Sosial

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jurusan Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar kuliah umum dengan tema "Sosial Media, antara Manfaat dan Mudharat Perspektif Qur'an dan Sunnah", di ruang Leacturer Theater (LT) FST, Senin (19/11/2018).

Ketua Jurusan TI, Faisal, menyebut tema yang diusung ini berasal dari fenomena media sosial saat ini yang pengaruhnya luar biasa. Di mana tidak hanya berdampak positif, melainkan juga dapat berdampak negatif pada masyarakat.

"Saya kira ini suatu tema yang menjadi tren, sosial media tentu pengaruhnya luar biasa. Kita melihat, mahasiswa sibuk dengan handphone-nya satu sama lain, padahal mereka duduk berdampingan. Kita bisa melihat dampaknya sekarang," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FST Prof Arifuddin Ahmad menuturkan, saat ini kekuatan dunia ada pada teknologi informasi.

"Kekuatan ini harus kita bangun melalui TI, agar umat ini tidak menerima berita keliru. Jangan sampai TI membuat kita terjajah. Kalau kita tidak menguasai teknologi, maka teknologi yang akan menguasai kita. Bagaimanapun kemajuan teknologi, pijakan dasar kita tetap keimanan," jelasnya.

Sementara, Irfan Syamsuddin dalam materinya memaparkan media sosial adalah bentuk dari beragam komunikasi elektronik. Dengan berbagai fitur yang ditampilkan internet, tidak hanya memberikan informasi tetapi juga berbagi atau sharing informasi satu sama lain.

Loading...

Ia melanjutkan, berdasarkan survei di Indonesia, umumnya masyarakat Indonesia mengakses internet dengan smartphone. Tercatat ada 85 persen pengguna di Indonesia menggunakan smartphone, 32 persen menggunakan laptop, 14 persen menggunakan PC, dan sisanya menggunakan tablet.

"Dari sekian banyak yang mengakses internet, fitur yang paling banyak digunakan adalah sosial media, setelah itu searching Informasi," ungkapnya.

Sementara dari sisi gender, 51 persen perempuan lebih banyak menggunakan sosial media dan 49 persen laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan dan ketergantungan lebih pada perempuan daripada laki-laki.

Menurutnya, sosial media tentu memiliki manfaat dan mudharat. Namun yang paling jelas, kata Irfan adalah menjalin silaturahim. Ia menyebut, ketika awal mula Facebook menjamur di Indonesia, di Korea sudah berangsur-angsur meninggalkan sosmed.
 
"Di tahun 2008, sosmed di Indonesia mulai menjamur, sementara di Korea, Google, yahoo sudah gulung tikar. Mereka sudah punya fitur mesin pencari baru yang sudah sepaket dengan sosmed," ujar alumni Philosophy Doctors in Information Tehnology, Faculty of Engineering, Seoul National University, South Korea 2011 ini.

Seperti diketahui, kegiatan ini mengundang pembicara seorang Visiting Professor, Faculty of Computing and Information Tehnology, King Abdulaziz University, Saudi Arabia yakni Irfan Syamsuddin yang juga merupakan Dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Loading...
Loading...