Rabu, 31 Oktober 2018 13:27 WITA

Staf Khusus Presiden Turun Tangan Mediasi Polemik UIT Makassar

Penulis: Azwar Basir
Editor: Mulyadi Abdillah
Staf Khusus Presiden Turun Tangan Mediasi Polemik UIT Makassar
Suasana lengang kampus UIT beberapa hari yang lalu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Staf Khusus Presiden memediasi polemik yang dialami Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. 

Mediasi itu tertuang dalam surat berkop Sekretariat Kabinet nomor B.232/SKP-LK/10/2018 tertanggal 30 Oktober 2018. Surat itu diteken Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut surat dari Badan Pengurus Yayasan Indonesia Timur kepada Presiden RI Nomor 287/P/YIT/2018 tentang pengantar kronologi sanksi terhadap UIT. 

Dalam surat Badan Pengurus Yayasan Indonesia Timur itu, pada intinya menyampaikan bahwa ada ketidakadilan dalam proses pelayanan oleh LL Dikti kepada UIT sejak 2015-2018 dan adanya rencana pencabutan izin Perguruan Tinggi UIT.

"Kemarin saya sudah ke presiden untuk melaporkan semua kejanggalan dan kezoliman yang dialami oleh UIT. Karena kami sudah perbaiki UIT tetapi masih diancam untuk dicabut," ujar Humas UIT Zulkarnain Hamson, Rabu (31/10/2018).

Staf Khusus Presiden Turun Tangan Mediasi Polemik UIT Makassar

Adapun langkah yang dilakukan Staf Khusus Presiden adalah dengan memanggil sejumlah pejabat dari Dikti termasuk Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin pada Kamis besok, 1 November.

Selain itu, juga memanggil Ketua Badan Pengurus Yayasan Indonesia Timur, Rektor Universitas Indonesia Timur dan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia. 

"Staf kepresidenan akan memediasi kami di Sekretariat Negara. Mereka sudah mengirimkan surat termasuk memanggil LL Dikti untuk membahas segala permasalahan yang ada di UIT yang masih belum selesai," jelasnya.

Katanya, langkah ini diambil untuk menyelamatkan ribuan mahasiswa-mahasiswi UIT. Serta dosen yang sedang mengajar di UIT. Namun, ia tetap yakin bahwa UIT tidak akan dicabut izin perguruan tinggi. 

"Saya juga sudah lapor kemarin kalau ada yang tetap mau paksa tutup UIT saya akan tuntut lewat jalur hukum, tidak boleh ada yang boleh bermain-main, ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya.