Selasa, 30 Oktober 2018 14:51 WITA

Hadapi Industri 4.0, Politeknik ATI Makassar Cetak 298 SDM yang Kompeten

Penulis: Nur Izzati
Editor: Abu Asyraf
Hadapi Industri 4.0, Politeknik ATI Makassar Cetak 298 SDM yang Kompeten
Suasana wisuda Politeknik ATI Makassar.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Memasuki era Industri 4.0, Politeknik ATI Makassar tengah menyiapkan langkah-langkah yang mengarah pada pengembangan SDM mendukung industri 4.0.

Salah satunya dengan melaksanakan berbagai upaya pengembangan diri melalui berbagai usaha dengan motto "Meraih 5 Keunggulan Kompetitif Politeknik ATI Makassar".

"Kita akan lakukan re-design kurikulum, pengembangan online learning, pengembangan riset 4.0, pelatihan SDM, pusat inovasi dan riset terpadu dan pengembangan program studi," sebut Direktur Politeknik ATIM, Amrin Rapi dalam acara prosesi wisuda ke-34 Politeknik ATIM, di Hotel Claro Makassar, Selasa (30/10/2018).

Ia menambahkan, tahun 2018 ini telah memasuki tahun kedua belas pelaksanaan pendidikan Program Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan Industri Kecil dan Menengah, yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat.

Dalam hal ini, pembiayaannya masing-masing dibebankan pada anggaran sekretariat jenderal dan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian RI selama lima tahun, dengan perincian pembiayaan masing-masing tiga tahun selama proses belajar di Politeknik ATI Makassar.

"Selanjutnya, sistem kontrak selama dua tahun yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian untuk mengabdi di daerah, dimana daerah merekomenasikan mahasiswa yang bersangkutan," paparnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, keterampilan yang cukup dan memadai, adalah modal awal untuk mendharmabaktikan diri kepada masyarakat.

"Meraih gelar ahli madya bukanlah tujuan akhir, dan ijazah yang diperoleh itu menandakan Anda telah memiliki tanggung jawab dalam membangun keluarga serta masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi nama baik almamater," terangnya.

Sementara itu, Haris Munandar selaku sekretaris jenderal Kementerian Perindustrian RI mengungkapkan, industri merupakan sektor yang paling berpengaruh dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. 

Untuk itu, kata Haris, SDM di sektor industri ini memerlukan proses yang panjang, tidak secara instan.

"Kualitas SDM di industri berkompetensi dalam mendorong sektor industri di Indonesia. Selain pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM juga menjadi fokus pemerintah," terangnya.

Seperti diketahui, Sebanyak 298 wisudawan/ti mengikuti prosesi wisuda kali ini. Jumlah wisudawan/ti itu terdiri dari Teknik Industri Agro 90 orang, TIA (Tenaga Penyuluh Lapangan) 29 orang, Teknik Manufaktur Industri Agro 56 orang, Otomasi Sistem Permesianan 59 orang dan Teknik Kimia Mineral 64 orang.