Sabtu, 20 Oktober 2018 15:31 WITA

LL Dikti Fasilitasi Mahasiswa UIT Makassar Pindah ke UT

Penulis: Azwar Basir
Editor: Mulyadi Abdillah
LL Dikti Fasilitasi Mahasiswa UIT Makassar Pindah ke UT
Suasana di Kampus V UIT Makassar, Jalan Abdul Kadir pada beberapa hari lalu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah IX Sulawesi sudah merespon tuntutan sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar yang ingin pindah ke perguruan tinggi yang lain. 

Menurut Kepala LL Dikti Wilayah IX, Prof Jasruddin, tuntutan tersebut adalah hak dari masing-masing mahasiswa. Untuk itu, pihaknya akan memfasilitasi bagi mahasiswa yang ingin pindah ke kampus lain. 

Langkah awal adalah dengan melakukan identifikasi perguruan tinggi di wilayah Sulawesi yang mempunyai program studi yang sama dengan UIT Makassar. Salah satunya Universitas Terbuka (UT).

"LL Dikti Wilayah IX telah menjajaki kerjasama dengan Universitas Terbuka yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di bawah koordinasi Kemenristekdikti untuk menerima mahasiswa pindahan dari UIT dan perguruan tinggi swasta lain yang bermasalah," jelas Prof Jasruddin, Sabtu (20/10/2018).

LL Dikti sudah mencatat ada sekitar 4.000 mahasiswa-mahasiswi yang tercatat sampai sekarang di UIT. Ada sekitar 2.000 mahasiswa-mahasiswi yang sudah semester akhir. 

LL Dikti Wilayah IX Sulawesi juga telah menarik sejumlah dosen PNS dipekerjakan (DPK) yang bertugas di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. Penarikan dosen DPK tersebut merupakan salah bunyi dari sanksi yang diberikan kepada UIT. 

"Salah satu bunyi oleh sanksi yang diberikan kepada UIT yaitu menarik seluruh DPK yang ada di UIT. Dan kami hanya melaksanakan amanah yang diberikan oleh Kementerian," ujar Prof Jasruddin saat dikonfirmasi, Jumat (19/10/2018). 

Katanya, masih ada beberapa dosen yang belum ditarik karena masih dalam proses. Menurutnya, untuk menarik dosen DPK tersebut harus jelas ada perguruan tinggi yang siap menampung. 

"Karena untuk menarik dosen itu harus ada perguruan tinggi yang kita anggap memang layak untuk dialihkan ke situ. Atau perguruan tinggi yang terakditasi membutuhkan dosen," paparnya.