Rabu, 17 Oktober 2018 08:44 WITA

FIP UNM Gelar Kuliah Umum Konseling Traumatik kepada Mahasiswa

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Nur Hidayat Said
FIP UNM Gelar Kuliah Umum Konseling Traumatik kepada Mahasiswa
Kuliah umum konseling traumatik kepada mahasiswa di Kampus FIP UNM, Jalan Tamalate, Makassar, Selasa (16/10/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengelar kuliah umum konseling traumatik kepada mahasiswa di Kampus FIP UNM, Jalan Tamalate, Makassar, Selasa (16/10/2018).

Hadir pada kegiatan tersebut, Farida Ariyani (Ketua Prodi Bimbingan Konseling Pascasarjana UNM), Alimuddin Mahmud, Muhammad Anas dan Abdullah Pandang (Dosen FIP bimbingan konseling UNM). Sementara itu, bertindak sebagai pembicara Nandang Rusmana,  dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. 

Nandang menjelaskan tentang hal dan solusi yang dapat dilakukan agar seseorang dapat sembuh dari traumanya.

"Setiap orang akan mengalami trauma jika mendapatkan masalah yang berat buatnya sehingga untuk meringankan traumanya bisa dilakukan penyembuhan melalui psikoterapi, konseling, dan psikiatris," tuturnya Nandang.

Nandang berujar, untuk anak yang mengalami trauma pasca bencana bisa dilakukan penyembuhan berkelompok berupa trauma healing dengan memberikan permainan anak untuk menjadi media terapi bagi mereka.

"Anak yang mengalami trauma akan diberikan terapi berupa trauma healing dengan cara mengajak mereka bermain atau memberikan permainan untuk mereka," jelasnya.

Dekan FIP UNM, Abdullah Sinring mengatakan, kuliah umum ini bermanfaat untuk memberikan kesiapan mental kepada mahasiswa sedianya mereka terjun kelokasi bencana baik itu di pengungsian di Makassar maupun di lokasi tempat kejadian bencana. 

"Mahasiswa harus memiliki keterampilan seperti memahamami aspek kejiwaan para korban trauma, yang kedua keterampilan mengenai layanan apa atau kajian apa yang harusnya diberikan kepada korban sesuai dengan tingkatan umurnya. Kami berharap kegiatan ini memberikan pemahaman baru kepada mahasiswa sehingga mereka siap kapan saja memberikan konseling traumatik pasca bencana," jelasnya.