Selasa, 16 Oktober 2018 20:23 WITA

Mahasiswa UIT yang Pindah ke Universitas Lain Tak Dipungut Biaya

Penulis: Azwar Basir
Editor: Fathul Khair Akmal
Mahasiswa UIT yang Pindah ke Universitas Lain Tak Dipungut Biaya
Mahasiswa UIT Makassar berdemonstrasi di depan kampusnya

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kemenristek Dikti akan menutup izin pendirian perguruan tinggi Universitas Indonesia Timur (UIT). Ribuan mahasiswa-mahasiswi UIT pun terancam. 

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi, akan mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan ribuan mahasiswa-mahasiswi UIT.

Ketua LL Dikti wilayah IX Prof Jasruddin mengatakan, mahasiswa UIT telah menjalin kesepakatan dengan direktur pengembangan kelembagaan Ristekdikti. Kesepakatannya, yaitu mahasiswa UIT akan diurus untuk pindah ke perguruan tinggi swasta yang layak. 

"Untuk bisa pindah kami harus punya data yang akurat karena perguruan tinggi swasta tidak akan menerima mahasiswa kalau datanya di Dikti tidak lengkap karena kapan dia pindah tanpa data yang tidak lengkap maka dia akan bermasalah, " ujar Prof Jasruddin. 

Oleh sebab itu, LL DIKTI telah membentuk tim untuk verifikasi data mahasiswa UIT yang akan dipindahkan ke perguruan tinggi yang layak.

"Data itu kami pertanggungjawabkan keakuratannya,  dan kami akan tawarkan ke perguruan tinggi swasta yang lain," katanya. 

Dalam proses pemindahan mahasiswa UIT tersebut ke perguruan tinggi swasta yang lain, tidak dibebankan biaya sepeserpun.

"Kami akan mengurus mahasiswa yang mau pindah, dan mencarikan perguruan tinggi yang mau terima. Dengan salah satu konsekuensi tidak boleh bayar apapun untuk biaya pemindahan kecuali pembayaran SPP," tegasnya. 

Saat ini katanya, pihaknya telah melakukan  pengumpulan data mahasiswa UIT, karena LL Dikti harus memiliki data valid yang bisa dipertanggungjawabkan kepada perguruan tinggi swasta yang siap menerima mahasiswa. 

"Kami tidak akan menawarkan mahasiswi kepada perguruan tinggi kalau kami tidak punya data akurat yang bisa kami pertanggungjawabkan. Dan  kami  berjanji memfasilitasi untuk bernego dengan perguruan tinggi swasta yang ada dan kita berupaya supaya ada yang mau terima mahasiswa dari UIT tersebut," jelasnya. 

Katanya, sejauh ini sudah ada kampus yang mau terima, namun ada juga beberapa kampus yang belum mau menerima mahasiswa dari UIT tersebut.

Untuk pengumpulan data mahasiswa, LL Dikti tidak akan menggunakan data dari pangkalan data Dikti karena menurutnya banyak mahasiswa UIT yang belum terdaftar di pangkalan data Dikti karena UIT tiga tahun terakhir di berikan sanksi untuk tidak memasukan data mahasiswa ke pangkalan data Dikti. 

"Jadi data yang akan kami pakai nantinya yaitu data manual dari UIT, kami juga sampaikan kepada adek adek di UIT untuk siapkan data mu kalau kita tidak bisa mendapatkan data di UIT, data itu akan kita akomodir ketika mereka punya data sendiri. Proses pemindahan ini kami harap tidak sampai memakan waktu 22 hari," tutupnya. 

Sementara itu, pihak kampus UIT tak menampik adanya ancaman sanksi pencabutan izin perguruan tinggi UIT. Humas UIT Sukarnain Hamson mengatakan pihaknya sudah punya langkah-langkah jika Dikti tetap mencabut izin perguruan tinggi UIT. 

"Kami sudah persiapkan langkah sesuai ketentuan undang-undang jika mereka tidak memperhatikan prosedur dalam mengeluarkan sanksi," tutupnya.