Kamis, 04 Oktober 2018 11:24 WITA

Perjuangan Luar Biasa Guru: Lewati 14 Sungai Deras Tiap Hari

Editor: Suriawati
Perjuangan Luar Biasa Guru: Lewati 14 Sungai Deras Tiap Hari
Viral Press

RAKYATKU.COM - Ini adalah bukti perjuangan luar biasa guru demi mencerdaskan generasi penerusnya.

Sekelompok guru di Filipina yang mengajar di daerah terpencil telah menunjukkan bagaimana mereka mempertaruhkan nyawa ketika melewati jalan yang penuh rintangan menuju ke sekolah.

Para guru ini harus melalui aliran air sungai yang deras, yang sewaktu waktu bisa menghanyutkan mereka.

Kadang mereka harus mengenakan pakaian tahan air dan meletakkan dokumen mereka dalam kantong plastik untuk menjaganya tetap kering.

Rekaman yang diambil pada 19 September menunjukkan para guru memasuki sungai untuk dibawa hilir dan kemudian berenang dari sisi yang berlawanan.

Raquel Florentino, seorang guru yang muncul dalam video itu mengatakan bahwa sungai dalam video itu hanyalah perlintasan kelima. Sementara mereka harus melintasi sembilan sungai lainnya sebelum mencapai sekolah.

"Sungai Aklan memiliki arus yang sangat kuat bahkan pada hari yang normal," katanya.

"Kami benar-benar membutuhkan pemandu untuk menghindari kecelakaan. Kami selalu mengalami memar. Kuku kami selalu terkelupas."

"Pertama kali saya pergi ke sini, kaki saya sangat sakit. Tapi yang bisa saya lakukan hanyalah tidur sambil menangis karena kami masih harus mengajar pada hari berikutnya."

"Waktu sangat penting bagi anak-anak ini yang tidak bisa pergi ke sekolah secara rutin."

Raquel mengatakan bahwa untuk sampai ke sekolah itu, dia mendapatkan bus di dekat rumahnya menuju ke kota terdekat. 
Dari sana, ia dan para guru lainnya akan mengendarai sepeda motor ke kaki gunung. Mereka kemudian menyeberangi total 14 sungai.

Total perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam setiap hari.

“Kami menunjukkan (video) ini hanya karena kami ingin sistem pendidikan mengetahui bahwa ada lebih banyak pendidikan daripada makalah dan tes," kata Florentino.

"Dan ada yang lebih dari kehidupan seorang guru daripada mencapai target."

"Selain itu, kami juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran betapa sulit dan berbahaya bagi kami untuk mencapai sekolah, jadi kami tidak boleh dianggap biasa," katanya.