Sabtu, 22 September 2018 16:04 WITA

Yahya Anugrah Resmi Jadi Ketua EDSA FKIP Unismuh Makassar

Penulis: Nur Izzati
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Yahya Anugrah Resmi Jadi Ketua EDSA FKIP Unismuh Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Ummi Khaerati melantik Yahya Anugrah sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Pendidikan (Himaprodi) Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Periode 2018-2019.

Pelantikan Himaprodi Bahasa Inggris atau yang dikenal dengan istilah English Department Students Association (EDSA) ini dilaksanakan di Minihall FKIP Unismuh Makassar, Sabtu (22/9/2018).

Usai pelantikan, Ummi Khaerati menyampaikan harapannya kepada segenap pengurus baru EDSA, agar tetap kompak dalam menjalankan kepengurusan dan meningkatkan akreditasi jurusan.

"Semoga kedepannya program kerja yang dilaksanakan berbasis borang yang dapat memberi dampak dalam peningkatan akreditasi jurusan," kata Ummi Khaerati.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Achmad Pangeran Adhyputra mengatakan, dalam pelantikan kali ini, pihaknya mengangkat tema "Fixing yesterday, Creating Today for a Better tomorrow".

"Harapannya, pengurus baru nantinya dapat menjadikan pembelajaran dan memperbaiki apa yang dirasa masih kurang di kepengurusan sebelumnya untuk masa depan lembaga yang lebih baik," ungkap Achamad.

Dalam kesempatan yang sama, Sardianto, Demisioner Ketua EDSA Periode 2017-2018 mengungkapkan, ada banyak hal yang menjadi pembelajaran selama menjalankan amanah di periode sebelumnya. Salah satunya yakni membantu dalam pendewasaan diri untuk menyikapi dinamika priode kepengurusan. 

"Saya berharap kepada pengurus baru agar membawa EDSA menjadi lebih baik dan tetap mengibarkan bendera-bendera positif di Universitas Muhammadiyah terlebih dijurusan pendidikan bahasa inggris kita tercinta," beber Sardianto.

Menanggapi hal tersebut, Yahya Anugrah mengaku akan berusaha untuk melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Ia pun meminta kepada para pengurus agar memperingati saat ia mengambil keputusan yang salah.

"Saya hanya berharap, agar teman-teman tetap mendampingi dan mengingatkan saya apabila nantinya saya salah dalam mengambil keputusan," harap Yahya.