Jumat, 21 September 2018 23:06 WITA

Kemenristek Dikti Amanatkan FKIP Unismuh Makassar Gelar PPG

Penulis: Nur Izzati
Editor: Nur Hidayat Said
Kemenristek Dikti Amanatkan FKIP Unismuh Makassar Gelar PPG

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar kembali menorehkan prestasi. Kali ini menjadi salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipilih oleh Kementerian Ristek Dikti untuk menyelenggarakan Program Profesi Guru (PPG).

Hal itu ditandai dengan penyerahan SK oleh Kepala LL Dikti Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasruddin, kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, A Rahman Rahim, di Kantor LL Dikti, Jumat (21/9/2018). SK yang diserahkan bernomor 638/KPT/I/2018 tentang pembukaan Program Studi PPG.

Seperti diketahui, syarat penyelenggaraan PPG yang dikeluarkan oleh Kementerian Ristek Dikti sangatlah ketat. Salah satunya yakni, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi akademik.

Berkat hasil kerja TIM FKIP yang dibentuk oleh pimpinan Fakultas, Erwin Akib, FKIP Unismuh Makassar sebagai LPTK mampu memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan.

Erwin Akib mengaku, dalam penyusunan proposal pengajuan pembukaan Prodi PPG, pihaknya banyak dibantu oleh tim pakar. Berbagai arahan dan bimbingan ia terima dari Irwan Akib selaku Rektor Universitas Muhammadiyah pada masanya dan Andi Sukri Syamsuri pada periode yang sama selaku dekan FKIP Unismuh.

"Bagi kami, ini adalah sebuah kesyukuran dari hasil kerja kerja cerdas dan kerja ikhlas tim yang telah kami bentuk sehingga hal ini bisa kami capai," ujarnya.
  
Saat ini, LPTK FKIP Unismuh Makassar sedang melaksanakan PPG dalam jabatan dan menjadi satu-satunya penyelenggara PPG reguler perguruan tinggi swasta di Sulsel.

Dengan capaian tersebut, Unismuh Makassar tentu patut berbangga, karena telah mendapat kepercayaan dari Kementerian Ristek Dikti untuk turut serta mencetak guru profesional. 

Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan, capaian tersebut selanjutnya akan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, terutama alumni S1 yang ingin menjadi guru.

"Dengan adanya izin ini, semoga akan memberi ruang kepada teman-teman alumni, khususnya FKIP pada dua prodi untuk kemudian melanjutkan pada program profesi guru sehingga lisensi untuk menjadi guru profesional akan mereka pegang setelah mereka mengikuti program tersebut," harap Erwin.