Jumat, 21 September 2018 16:45 WITA

Dampak Sosial dari Desa Binaan Universitas Terbuka di Pangkep 

Editor: Adil Patawai Anar
Dampak Sosial dari Desa Binaan Universitas Terbuka di Pangkep 

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Universitas Terbuka meresmikan Gapura Desa Binaan dan Perpustakaan di Desa Pitue, Kecamatan Ma'rang di Kabupaten Pangkep, Sulsel, Jumat (21/9/2018).

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Terbuka, Dr Adi Suryanto Mpd mengatakan, desa binaan salah satu program tridharma Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi negeri.

Tak hanya di Sulsel, desa binaan Universitas Terbuka tersebar pada beberapa provinsi di Indonesia. Desa Binaan sudah berjalan sejak 2016. Tak hanya itu, program pengabdian masyarakat Universitas Terbuka juga sudah mulai berjalan pada tahun 2010.

"Tahun 2010 kita fokus pada penghijauan. Karena pada waktu itu Presiden Jokowi menekankan program satu pohon untuk satu orang. Di Sulsel waktu itu di Pangkep juga. Kita fokus hutan mangrove waktu itu," kata Adi kepada Rakyatku.com.

Dampak Sosial dari Desa Binaan Universitas Terbuka di Pangkep 

Untuk desa binaan di Desa Pitue, Adi menjelaskan, Universitas Terbuka fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Seperti pelatihan staf desa untuk mengelola badan usaha milik desa, mengembangkan usaha masyarakat setempat seperti tambak, pelatihan guru-guru, dan mengembangkan perpustakaan desa.

"Binaan desa ini tiga tahun, berakhir 2019. Tapi ini tetap berlanjut. Seluruh dosen-dosen di UT Makassar wajib membuat program disini untuk pengabdiannya di masyarakat," jelasnya.

Dampak Sosial dari Desa Binaan Universitas Terbuka di Pangkep 

Sementara Staf Ahli Bupati Pangkep, Muhamamad Jafar mengapresiasi dengan terpilihnya Desa Pitue sebagai desa binaan. Menurutnya, secara tidak langsung, kehadiran Universitas Terbuka di Desa Pitue membuka pikiran masyarakat akan pentingnya melanjutkan sekolah ke jenjang universitas.

"Ini sejalan dengan program pendidikan yang dicanangkan bupati Syamsuddin Hamid. Di Pangkep, minat pelajar yang lulus SMA sederajat melanjutkan ke universitas. Makanya anak-anak Pangkep yang mau kuliah dimanapun, baik negeri dan swasta, kita akan tanggung biaya SPPnya," ungkapnya.

Dampak Sosial dari Desa Binaan Universitas Terbuka di Pangkep 

Sedangkan Camat Ma'rang Ahmad Bahtiar mengaku bangga atas terpilihnya desanya sebagai desa binaan Universitas Terbuka Makassar. Menurutnya, semenjak Universitas Terbuka hadir, anak-anak dan orang tua sadar akan pentingnya perguruan tinggi. Apalagi, lanjutnya, sistem belajar Universitas Terbuka sangat pas di era milenial saat ini.  

"Dikesempatan manapun, saya selalu mengajak untuk kuliah di universitas Terbuka. Buat apa kuliah di Makassar merepotkan orang tua saja. Disini kita bisa juga kuliah, kalau selesai sama juga bisa cari kerja sama dengan universitas lainnya," jelasnya.

Dampak Sosial dari Desa Binaan Universitas Terbuka di Pangkep 

Sementara Kepala Desa Pitue, Alimuddin mengatakan, jika kehadiran Universitas Terbuka di desanya berdampak positif. Hal itu terlihat dari majunya pola pikir dan penghasilan masyarakat. Salah satunya dengan minat baca warga desa kini membaik.

"Dulu ibu-ibu disini jarang menghasilkan. Sekarang bisa merajuk, menjahit, bikin kue. Begitupun petani tambak, dari penyuluhan yang dilakukan UT, hasilnya sekarang jauh lebih efektif dan efisien. Terbukti dari penghasilannya kini bertambah," pungkasnya.