Kamis, 13 September 2018 16:25 WITA

Ini Peran Departemen Sastra Daerah Unhas Lestarikan "Aksara Serang"

Editor: Aswad Syam
Ini Peran Departemen Sastra Daerah Unhas Lestarikan
Salah seorang pemateri, Bahar Akkase Teng, LCp, M.Hum, saat memberikan materi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebagai benteng terakhir pelestarian bahasa daerah di Indonesia, Departemen Sastra Daerah Universitas Hasanuddin, melakukan berbagai upaya, agar "bahasa ibu" tetap lestari. Salah satunya, menggenjot sosialisasi dan pelatihan ke sekolah-sekolah. 

Pada 20-21 Agustus lalu, Departemen Sastra Daerah Unhas, menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dalam bentuk sosialiasasi dan pelatihan membaca aksara serang, dalam pembelajaran Bahasa Makassar di SMP Pesantren Guppi, Kelurahan Romanpolong, Kecamatan Somba Opu, kabupaten Gowa. Aksara serang adalah aksara arab yang dipakai untuk naskah berbahasa Bugis atau Makassar.

Ketua Tim, Dr. Dafirah mengatakan, kegiatan pengabdian digelar sebagai wujud apresiasi Departemen Sastra Daerah Unhas terhadap  Surat Edaran Bupati Nomor 800/220/DISDIK/II/2018, tentang keharusan setiap sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, untuk mengajarkan bahasa daerah di wilayah kabupaten Gowa.  

Pada kegiatan ini, tim pengabdian kepada masyarakat, mencoba menawarkan salah satu teknik pembelajaran Bahasa Makassar, selain aksara lontaraq. Karena dalam teks berbahasa Makassar, selain menggunakan aksara lontaraq juga beberapa teks ditemukan menggunakan aksara serang. 

Aksara serang di kalangan masyarakat Makassar, secara umum tidak sepopuler dengan penggunaan aksara lontaraq. Olehnya itu, Departemen Sastra Daerah berusaha mensosialisasikan, sekaligus melakukan pelatihan membaca aksara serang kepada siswa dan guru di SMP Pesantren Guppi, Samata, Kabupaten Gowa.

Ini Peran Departemen Sastra Daerah Unhas Lestarikan

Pemateri dan guru berpose bersama usai pelatihan.

Pada hari pertama, tim pengabdian melakukan sosialisasi kepada siswa dan guru. Materinya, pada umumnya memperkenalkan kepada peserta apa yang disebut dengan aksara serang. Selain itu, tim pengabdian dengan pemateri H. Muhammad Bahar Akkase Teng, LCp, M.Hum, mengajarkan cara membaca huruf demi huruf, rangkaian huruf, rangkaian kata sampai pada tataran yang lebih tinggi.  

Di sela-sela materi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya kepada pematri jika mengalami kendala. Hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang, hingga peserta mampu mengenali dan mampu mengeja secara perlahan-lahan. 

Tahap selanjutnya, pelatihan membaca. Kegiatan ini dipandu Pammuda, S.S.,M.Si, Drs. Rasyd Rahman, M.Hum, dan Bahar Akkase Teng, LCp, M.Hum. Pada tahap ini peserta sudah melalui tahap pengenalan tentang aksara serang. 

Kepada peserta, juga dibagikan teks bahasa Makassar yang menggunakan aksara serang. 

"Setiap peserta diberi teks yang berbeda dengan peserta lain. agar mereka betul-betul dapat mengenali huruf-huruf yang telah dijelaskan pada saat sosialisasi," jelas Dafirah.

Selanjutnya, setiap peserta diberikan kesempatan membaca teks yang ada di hadapannya. Peserta yang mengalami kendala dalam membaca, diberikan kesempatan bertanya kepada tim. Dan sebagai tahap akhir setiap peserta diberi kesempatan membaca sendiri dengan suara nyaring, teks yang ada di hadapannya.   
 
Kegiatan pengabdian diikuti 43 peserta. Terdiri atas murid dan guru   SMP Pesantren Guppi, Gowa. Kegiatan ini dibuka Wakil Kepala SMP Guppi, Sumiati, S.Pd. 

"Istilah aksara serang, sangat jarang didengarkaan. Sehingga kepada siswa saya mengharapkan mengikuti dengan baik, sampai kegiatan berakhir," harapnya.

Kegiatan ditutup oleh Kepala sekolah, Amri, S.Pd.,MM. Dalam sambutannya, Amri mengharapkan Departemen Sastra Daerah, melakukan tindakan lanjutan yang lebih riil. Misalnya konsep pembelajaran atau kurikulum pembelajaran yang dapat diajukan ke Diknas Gowa.