Selasa, 11 September 2018 15:46 WITA

Program Learning Express Resmi Digelar di Mini Hall FKIP Unismuh

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Program Learning Express Resmi Digelar di Mini Hall FKIP Unismuh

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Program Kolaborasi antar Perguruan Tinggi “Learning Express”.

Kegiatan bertaraf internasional yang telah berjalan selama 2 tahun itu, digelar resmi di Mini Hall FKIP Unismuh Makassar, Selasa (11/9/2018).

Pada pembukaan acara tersebut, turut hadir tiga dosen asal Kanazawa Institute of Technology, tiga dosen dari Singapore Polytechni serta peserta yang merupakan mahasiswa sebanyak 27 dari Singapore Polytechnic, delapan mahasiswa Kanawaza Institute of Technology serta 27 mahasiswa Unismuh Makassar.

Wildhan Burhanuddin, koordinator pelaksana program ini mengatakan, untuk tahun ini program Learning Express diikuti 2 perguruan tinggi asal Singapura dan Jepang.

“Untuk tahun ini, Kanazawa Institute of Technology Jepang ikut terlibat pada kegiatan tahun ini. Jadi sekarang kami (FKIP Unismuh) berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic dav Kanazawa Institute of Technology Jepang,” kata Wildhan.

Seperti diketahui, kegiatan ini akan berlangsung selama 12 hari. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, seluruh peserta akan menuju ke Desa Mandalle, Kabupaten Gowa untuk mengambil data terkait tiga project yang akan dikembangkan oleh mahasiswa tersebut.

Fasilitator dari FKIP Unismuh, Muhammad Zia Ulhaq menjelaskan, ada tiga project yang akan dikembangkan yakni Pembuatan Batu Merah, Pembuatan Tusuk Sate, serta Kerajinan Tangan dari Bambu.

“Berdasarkan hasil observasi tiga bulan yang lalu, kami menemukan kendala terkait proses pengerjaan tiga project tersebut. Sehingga para peserta akan kami arahkan lebih fokus pada proses pembuatan produk tersebut dengan teknologi yang tepat guna,” ungkapnya.

Setelah pengambilan data, lanjut Zia, mahasiswa akan merancang produk mereka dan akan dipresentasikan kembali kepada masyarakat di Desa Mandalle.