Sabtu, 08 September 2018 15:44 WITA

Seminar Fakultas Kedokteran UMI Bahas Gangguan Alergi

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Seminar Fakultas Kedokteran UMI Bahas Gangguan Alergi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Clinical Education Unit (CEU) Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar seminar ilmiah, di Aula Gedung FK UMI, Sabtu (8/9/2018).

Seminar yang diikuti Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD) ini rutin dilakukan setiap minggu dengan mengangkat tema yang berbeda-beda. Kali ini, tema yang dibahas mengenai alergi, yang di pandu moderator oleh dr. Abdi Dwiyanyo Putra S.

Pemateri pertama dr. Irawati Dj, Sp.P mengatakan, asma bronkial adalah sebutan lain untuk penyakit asma umum yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus). Peradangan ini kemudian mengakibatkan bronkus menjadi bengkak dan menyempit, serta memproduksi lendir berlebih.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan orang dewasa yang berusia 30 atau 40-an sekalipun.

"Memang kebanyakan kasus asma diketahui sejak seseorang masih bayi atau kanak-kanak. Namun, kira-kira sejumlah 25 persen dari pengidap asma baru pertama kali mengalami serangan di usia dewasa," kata dr. Irawati. 

Sementara itu, pemateri kedua, dr. H. A. Baso Sulaiman, Sp.THT mengatakan, rinitis alergi disebabkan oleh alergen yaitu zat yang dapat menimbulkan alergi. Zat tersebut tidak menimbulkan reaksi apapun pada orang yang tidak alergi, namun pada orang yang alergi, ceritanya bisa berbeda.

"Misalnya saja debu. Pada orang yang tidak alergi debu, paparan terhadap debu tidak menimbulkan reaksi. Namun paparan debu pada orang yang alergi debu dapat memicu reaksi antibodi. Antibodi ini menyebabkan sel mengeluarkan zat kimia yang menyebabkan gejala seperti hidung berair, gatal, hidung tersumbat, bersin-bersin, bahkan sesak napas," ungkap Baso Sulaiman.