Jumat, 07 September 2018 18:22 WITA

Komisi X DPR RI Puji Politeknik Makassar Sebagai Kampus Andalan

Editor: Mulyadi Abdillah
Komisi X DPR RI Puji Politeknik Makassar Sebagai Kampus Andalan
Suasana rapat kerja spesifik komisi X DPR RI di Kampus Politeknik Pariwisata Makassar, Jumat (7/9/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Komisi X DPR RI memuji kontribusi Politeknik Pariwisata Makassar sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Dalam rapat kerja spesifik komisi X di kampus yang terletak di Jalan Gunung Rinjani, Tanjung Merdeka Makassar ini, anggota komisi X DPR RI, Rini Marlinawati mengungkapkan bahwa kontribusi Politeknik Pariwisata Makassar dalam bidang pariwisata sangat signifikan. 

Kontribusi ini juga terlihat dengan cita-cita kota Makassar sebagai kota dunia dan kota kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Lulusan Poltekpar Makassar disebut punya keunggulan berkontribusi dalam meningkatkan tempat-tempat wisata di Makassar pada khususnya. 

"Politeknik pariwisata di Sulsel ini termasuk andalan. Kami telah mendengar lebih luas dan gamblang terkait yang ingin kami ketahui," kata Reni, Jumat (7/9/2018).

Reni mengatakan, kontribusi besar Politeknik Pariwisata ini merupakan suatu kejutan. Pasalnya, saat ini anggaran di kampus yang fokus pada bidang pariwisata ini masih terlalu kecil. Untuk itu, ia menjamin agar anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk Poltekpar di Makassar lebih besar. 

"Meski anggaran masih kurang tetapi kalau melihat output dari kampus ini cukup baik, saya optimistis kalau diberi anggaran yang besar bisa lebih besar lagi. Ibarat seperti gadis cantik yang sedang berdandan sehingga nanti ke depan semakin cantik," imbuh politisi asal PPP ini. 

Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Muhadjir mengungkapkan, mahasiswa Poltekpar saat ini memang diberi pelatihan khusus, termasuk mengunjungi negara-negara lain agar semakin mahir dalam deskripsi kerjanya. 

"Saat ini kami rutin mengirim mahasiswa kami ke pelosok-pelosok negara seperti Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. Kami ingin agar bagian pariwisata di Indonesia jadi penghasil devisa tertinggi," kata Muhadjir. 

Muhadjir juga menyebut sejak didirikam pada tahun 1991, Poltekpar Makasssr sudah memiliki alumni 3.634 orang. Dari jumlah itu, hanya sebesar 2,61% yang menjadi PNS. 
Alumni terbesar memang saat ini bekerja dan berkontribusi di pusat perhotelan, restoran, dan bar di dalam negeri yang juga merupakan sarana penunjang pariwisata. Jumlahnya sebesar 1.619 alumni atau sekitar 44,55%.

"Kami terus menunjang kemampuan mahasiswa kami. Bahkan ada lulusan Poltekpar yang jadi pegawai terbaik di salah satu bank di Makassar," pungkasnya.