Sabtu, 01 September 2018 14:10 WITA

Rektor UMI: Kalau Ada Mahasiswa Cium Tangan, Itu Mahasiswa UMI

Editor: Aswad Syam
Rektor UMI: Kalau Ada Mahasiswa Cium Tangan, Itu Mahasiswa UMI
Salah seorang mahasiswa UMI mencium tangan Rektor UMI, Prof Basri Modding, pada penutupan Pesantren Kilat di Padang Lampe, Pangkep, Sabtu (1/9/2018).

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Rektor UMI, Prof Basri Modding, kembali membuka pesantren kilat di pesantren Darul Muhlisin, di Padang Lampe, Pangkep, Sabtu (1/9/2018). 

Di kesempatan ini, Basri mengajak maba UMI mentradisikan cium tangan dalam kehidupan sehari-hari.

Di hadapan 700 lebih maba Fakultas Sastra dan Pertanian UMI, Basri mengatakan, pesantren kilat yang diberikan kepada seluruh maba UMI, bertujuan menghasilkan manusia yang memiliki ciri khas dan berpikir sebagaimana alquran.

"Bagaimana UMI menghasilkan orang yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan baring. Di rumah, naik kendaraan, belajar, atau tidur. Menjadikan lulusan UMI sebagai ulil albab. Hati-hati dengan yang tidak ada pengetahuannya, kalau cium tangan itu diajarkan, jadi kalau ada mahasiswa cium tangan, itu mahasiswa UMI," ujar Basri.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sastra UMI, Prof Muh Basri Dalle, mengatakan, persentasi kenaikan pendaftar di Fakultas Sastra dari tahun sebelumnya meningkat tajam, yaitu sekitar 70 persen. Bahkan, hingga hari ini, jumlah mahasiswa baru Fakultas Sastra UMI sebanyak 555 Maba, dan diprediksi akan terus bertambah. 

"Alhamdulillah sampai hari ini, jumlah mahaswanya 555 orang, prediksi akan terus bertambah. Paling banyak pendaftarnya Ilmu Komunikasi, kemudian Sastra Inggris, menyusul Pendidikan Bahasa Inggris. Tiga lainnya, kita harapkan terus bertambah, antara lain Sastra Arab, Sastra Indonesia dan Pendidikan Bahasa Indonesia," ungkap Basri.

Basri menjelaskan, hampir seluruh lulusan Fakultas Sastra UMI, telah bekerja, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Apalagi, seluruh lulusan UMI tidak hanya mendapatkan bekal ilmu pengetahuan, namun juga karakter yang luhur.