Sabtu, 18 Agustus 2018 19:21 WITA

Fakultas Kedokteran UMI Bahas Ganguan Jantung dan Pembuluh Darah

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Fakultas Kedokteran UMI Bahas Ganguan Jantung dan Pembuluh Darah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Clinical Education Unit (CEU) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar seminar ilmiah, di Aula Gedung FK UMI, Sabtu (18/8/2018).

Seminar yang diikuti sekitar 200-an Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD) ini rutin dilakukan setiap minggu, dengan mengangkat tema yang berbeda-beda. Kali ini, tema yang dibahas mengenai jantung dan pembuluh darah, yang dipandu dr. Abdi Dwiyanyo Putra S.

Bertindak sebagai pemateri pertama, dr. Wisudawan, Sp.JP, M.Kess mengatakan, penyakit arteri perifer adalah sebuah kondisi penyempitan pembuluh darah arteri yang menyebabkan aliran darah ke kaki menjadi tersumbat. 

Menurutnya, penyempitan ini disebabkan oleh timbunan lemak pada dinding arteri yang berasal dari kolesterol atau zat buangan lain (artheroma). Dalam kondisi ini, kaki tidak menerima aliran darah yang memadai sehingga kaki terasa sakit, terutama saat berjalan (klaudikasio).

Umumnya, kata dr. Wisudawan, penyakit arteri perifer disebabkan oleh arterosklerosis. Pada saat terjadi aterosklerosis, lemak akan menumpuk di dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi tersumbat. 

Aterosklerosis dapat terjadi pada pembuluh darah lain di tubuh, khususnya jantung. Apabila aterosklerosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalirkan darah ke kaki, kondisi ini disebut dengan penyakit arteri perifer.

"Diagnosis penyakit arteri perifer dapat diketahui melalui rangkaian pemeriksaan dan tes. Pemeriksaan yang pertama dilakukan adalah pemeriksaan fisik secara keseluruhan, termasuk pemeriksaan nadi dan tekanan darah," kata dr. Wisudawan.

Sementara itu, pemateri kedua dr. Nurhikma, Sp.JP, M.Kes mengatakan, trombosit vena dalam atau deep vein thrombosis dalah suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di pembuluh darah vena. Pembuluh darah vena yang terkena biasanya terletak jauh di dalam otot kaki. Meski begitu, gumpalan ini juga bisa terjadi di area lainnya.

Gumpalan (trombus) menyebabkan aliran darah melambat sehingga menyebabkan daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan menyakitkan. Jika gumpalan bergerak ke paru-paru, maka emboli paru (vena di paru-paru tersumbat) dapat terjadi dan menimbulkan masalah pernapasan serius.

"Tanda dan gejalanya biasanya pembengkakan kaki atau sepanjang vena di kaki, nyeri di kaki, yang dirasakan hanya ketika berdiri atau berjalan, peningkatan suhu di daerah kaki yang bengkak atau terasa sakit, kemerahan atau berubahnya warna pada kulit kaki," ungkapnya.