01 July 2016 11:06 WITA

Orangtua Kecewa, Siswa Lulus PPDB Tapi Kena Pemotongan Kuota

Editor: Vkar Sammana
Orangtua Kecewa, Siswa Lulus PPDB Tapi Kena Pemotongan Kuota

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Salah satu orang tua siswa kecewa dan menilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini tidak tranparan dan tidak sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh PLT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah  Kota Makassar, Ismunandar. 

Bagaimana tidak, ia merasa anaknya sudah lulus di SMA Negeri, namun tiba-tiba saja tidak diluluskan dengan alasan adanya pemotongan kuota kelulusan.

"Anak saya daftar jalur reguler nilainya juga tinggi ji dan masih dalam urutan 188, tapi pas hari terakhir tiba-tiba tidak adami namanya. Padahal di kouta sekolahnya bilang sampai 196 koutanya untuk reguler," ungkap orangtua murid, yang enggan di sebutkan namanya.

Orangtua siswa tersebut menilai bahwa sekolah tersebut hanya memberikan 1.000 alasan untuk mengelak dengan protes yang dilayangkannya. "Saya bertanya kepada Kepala sekolah SMA N 21, kenapa ada pemotongan itu? dia bilang disimpankan untuk siswa yang tinggal kelas dan jalur prasejahtera, Kemitraan, Domisili, dan Inklusi, tapi itu saya lihat cuman alasan ji saja," bebernya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah  Kota Makassar, Ismunandar menuturkan, sistem pendaftaran Online PPDB tidak ada yang tidak transparan, jika terjadi pemotongan kouta memang itu sudah menjadi aturan masing-masing sekolah untuk siswa yang tinggal kelas dan jalur lainnya.

"Untuk jalur reguler memang ada pemotongan kouta akan di masukkan nama-nama siswa yang melalui jalur domisili sebesar 20 persen, Kemitraan sebesar 40 persen dan prasejahtera serta inkluisi sebesar 10 persen, jadi nanti kouta itu tinggal digabungkan," Jelas Ismunandar, Jumat (1/7/2016).

Namun Ismunandar menegaskan, keluhan orangtua siswa diakibatkan anaknya tidak lulus. Ia menganggap itu adalah kejadian yang terjadi setiap tahun. Akan tetapi Ismunandar berjanji jika ada onum sekolah yang bermain dalam jalur penerimaan siswa tersebut dirinya akan tegasi hal itu.

"Biasa itu jika ada orangtua siswa yang tidak lulus mengadu, bandingkan dengan anaknya yang lulus, tapi jika memang ada bukti bahwa sekolah tersebut tidak transparan maka kita akan ke lapangan untuk tindaki, karena kami sudah berjanji untuk transparan," tuturnya.

Sebelumnya saat DPRD Kota Makassar Komisi D rapat bersama seluruh kepala sekolah soal persiapan PPDB, meminta Seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) untuk transparan dalam penerimaan PPDB Online tersebut agar tidak ada oknum yang merasa dirugikan.

Anggota Komisi D, Iqbal Djalil mengatakan, pihaknya selalu menuntut  kejujuran dan transparan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makasar dalam melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru, agar tidak ada oknum yang bermain dalam jalur tersebut dan tidak ada oknum yang dirugikan.

"Adanya sistem penerimaan secara online ini yang sudah tiga tahun di laksanakan untuk menghindari adanya penerimaan siswa tapi jangan sampai sistem ini di manipulasi lagi dengan alasan keterbatasan kouta, untuk memasukkan siswa lewat jendela lagi," pungkasnya.
 

Tags
PPDB