Rabu, 25 Juli 2018 14:37 WITA

PTTEP Indonesia Ajak NGO dan UMK Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
PTTEP Indonesia Ajak NGO dan UMK Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability menggelar Seminar Nasional bertajuk, "Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)", di Four Points Hotel by Sheraton Makassar, Rabu (25/7/2018). 

Seminar ini merupakan acara kedua dari seminar berseri di lima kota besar di Indonesia, yang pertama kali diadakan di Jakarta pada tanggal 25 Juni lalu. 

Pada seminar tersebut, PTTEP menggandeng akademisi, LSM dan sektor publik dan swasta untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi dan front persatuan untuk mencapai SDGs di Indonesia. 

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) sendiri adalah serangkaian 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengatasi masalah-masalah pembangunan ekonomi dan sosial yang dihadapi dunia di dalam ‘The 2030 Agenda’.

Pemerintah Indonesia sudah mengadopsi tujuan-tujuan ini hampir tiga tahun lalu bersama para pemimpin dunia. Namun, tujuan ini tidak dapat diperjuangkan oleh Pemerintah saja.

Sebagaimana dinyatakan dalam SDG 17, “Kemitraan untuk Tujuan” artinya, tujuan pembangunan berkelanjutan hanya dapat direalisasikan melalui komitmen dan kemitraan yang kuat di antara sejumlah besar pemangku kepentingan (stakeholders). Dalam hal ini, PTTEP Indonesia ikut berkontribusi untuk berperan serta mengsukseskan program tersebut. 

Sebagai sebuah perusahaan Minyak & Gas yang banyak beroperasi di daerah yang bersentuhan langsung dengan komunitas, PTTEP Indonesia memutuskan untuk bermitra dengan Universitas Trisakti, MM-Sustainability untuk melakukan pembinaan relasi dengan komunitas dan NGO maupun pemangku kepentingan lainnya yang relevan untuk bersama-sama mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

General Affairs Manager PTTEP Indonesia,  Afiat Djajanegara mengatakan, dari sektor swasta menyadari bahwa untuk mencapai SDGSs adalah upaya kolektif dan tidak dapat dilakukan tanpa kolaborasi. 

Sebagai langkah nyata, PTTEP Indonesia akan mengadakan seminar serupa di kota-kota besar Indonesia, agar inisiatif ini dapat di kemudian hari dilakukan juga oleh sektor swasta lainnya, serta akan menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan.

Selain di Jakarta dan Makassar, PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, MM-Sustainability juga akan mengadakan Seminar serupa di Palembang, Medan dan Surabaya. 

Panel pertama mengundang Juliaty Ansye Sopacua dari UNDP Indonesia, Sebastian Abbas, kemudian Manager Senior Kehumasan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi,  Afiat, dan General Affairs Manager PTTEP Indonesia.

Para panelis akan membahas tentang pentingnya SDGs dan bagaimana industri minyak & gas ikut serta membangun kemitraan untuk mencapai SDGs. 

Panel sesi kedua merupakan sebuah diskusi mengenai Kewirausahaan Sosial untuk mencapai Pembangunan Berkelanjutan yang diikuti oleh Hamzah Ismail dari Yayasan Masyarakat Mandar Madani,  Tri Mumpuni selaku pendiri Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka),  Masril Koto dari Bank Tani, dan  Maria Nindita Radyati yang merupakan pendiri CECT – MM Sustainability, Universitas Trisakti. 

Panel sesi ketiga mengundang Muhammad Ikram Riswandi, HIPMI Makassar, Lusia Palulungan dari Yayasan BaKTI, dan Nur Fitriani Puteri Indonesia 2017 Sulawesi Selatan, untuk berbagi pengalaman sebagai individu untuk meraih perkembangan yang berkelanjutan di Makassar. 

Menurut Tri Mumpuni, pendiri Ibeka dan salah satu pejuang mikrohidro di Indonesia yang telah berhasil menerangkan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia dengan innovasinya, 

“Sinergi itu kunci segala keberhasilan. Kunci kemitraan harus ada kepercayaan, dan ini hanya bisa terjadi kalau kemitraan menjadi kesadaran semua pihak dalam mengerjakan kegiatan pembangunan," katanya.

Sementara itu, Masril Koto dari Bank Tani menambahkan, seminar ini penting  karena bisa mempertemukan multi pihak untuk mencapai SDGs.

Tags