Senin, 23 Juli 2018 20:24 WITA

Wadahi Pelatihan Bahasa Arab, Unhas Datangkan Langsung Pengajar dari Arab Saudi

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Wadahi Pelatihan Bahasa Arab, Unhas Datangkan Langsung Pengajar dari Arab Saudi
Prof. Dr. Ahmad Al-Anzy dari Arab Saudi, berbagi ilmu bagaimana teknik mengajarkan bahasa Arab, di Aula Mattulada, Unhas.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengembangan keterampilan berbahasa Arab untuk penutur asing kini mulai digalakkan di Makassar. Setidaknya, Unhas melalui Departemen Sastra Asia Barat bersama Ikatan Pengajar Bahasa Arab se-Indonesia dan Markaz Buhuts Attawassul Wal Ma'rifi (Lembaga penelitian, komunikasi dan pengetahuan di Riyadh) menggelar pelatihan ini. 

Pelatihan berlangsung di ruang LKPP dan Aula Mattulada Unhas, Senin (23/7/2018) ini, diikuti 110 orang guru dan dosen bahasa Arab. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Sulawesi, yakni dari Gorontalo, Manado, Palopo, Parepare, Baru, Pangkep, Bone, Maros, Gowa, dan Bulukumba.

Dosen sastra Arab Unhas, Fadlan Ahmad mengatakan, minat siswa atau calon mahasiswa terhadap bahasa Arab sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan data jumlah pendaftar bahasa Arab di Unhas pada beberapa tahun ini, terus mengalami peningkatan. 

“Tingginya minat siswa terhadap bahasa Arab ini, tentu harus diimbangi dengan adanya kualitas pengajaran bahasa Arab yang baik pula,” katanya.  

Dosen yang menjadi ketua panitia ini menambahkan, selain melatih para dosen dan guru dalam mengajar bahasa Arab, pelatihan ini menjadi ajang untuk memotivasi mereka dalam mengajarkan peserta didik dalam berbahasa Arab yang baik dan benar. 

“Harapannya, pengajar bahasa khususnya daerah Sulsel dan sekitarnya  dapat mampu menggunakan metode yang sesuai sehingga mempermudah siswa dan mahasiswa belajar bahasa Arab,” harap Fadlan.

Kegiatan ini menghadirkan ahli pengajar bahasa Arab bagi penutur dari Arab Saudi, yaitu Prof. Dr. Ahmad Al-Anzy. Pakar bahasa Arab ini mengajar dan melatih peserta bagaimana metode yang ideal bagi pengajar bahasa Arab dari Indonesia, dalam mengajarkan bahasa Arab yang benar, sesuai dengan metode pengajaran bahasa penutur asli bahasa Arab.

Kegiatan pelatihan ini juga berlangsung dalam bahasa Arab. Sehingga, para peserta langsung berkomunikasi dan mendengarkan bahasa Arab dari penutur aslinya.