Kamis, 19 Juli 2018 14:23 WITA

SKHU Palsu, Orang Tua Siswa Lapor ke Wali Kota Makassar

Editor: Nur Hidayat Said
SKHU Palsu, Orang Tua Siswa Lapor ke Wali Kota Makassar
Orang tua siswa saat menemui Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah orang tua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ki Hajar Dewantara Makassar, menemui Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, di Balai Kota Makassar, Kamis (19/7/2018).

Para orang tua yang datang bersama anak-anaknya, ingin mengadukan perihal Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) dari sekolah yang diduga palsu.

Salah satu orang tua siswa, Isnada Binti Haji Hamid, mengatakan pihaknya baru mengetahui SKHU milik anaknya palsu, saat mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2018.

"Saat hasil verifikasi PPDB Online anak saya keluar, nama dan alamat yang tertera dalam lembar itu beda. Nama anak saya Muh Akbar jadi A Akbar. Terus alamatnya Jalan Sarappo, padahal rumah saya di Jalan Tarakan," jelas Isnada kepada Danny Pomanto.

Akibat SKHU palsu tersebut, anak Isnada, Muh Akbar terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan. Padahal Muh Akbar telah dinyatakan lulus di SMK 4 Makassar.

Selain Muh Akbar, nasib serupa juga menimpa sekira 30 siswa lain yang mengikuti ujian di SMP Ki Hajar Dewantara Makassar.

"Saya sangat takut, Pak. Bagaimana nasib anak saya kalau tidak sekolah? Dia harapan saya satu-satunya. Kalau menganggur mau jadi apa dia. Saya tidak mau kalau anak saya jadi seperti anak putus sekolah lainnya. Jadi pemakai narkoba atau pengisap lem, saya tidak mau," Isnada dengan suara bergetar.

Tidak hanya persoalan SKHU palsu, Isnada juga mengungkapkan adanya dugaan penyelewengan dana beasiswa yang dilakukan Kepala Sekolah SMP Ki Hajar Dewantara Makassar, Abdul Latif Hasan.

"Beasiswa anak saya yang tersimpan di BRI sebesar Rp700 ribu diambil kepala sekolah. Saya ada buktinya Pak. Ada tanda bukti penarikan yang dilakukan kepala sekolah," pungkasnya.