Minggu, 15 Juli 2018 11:32 WITA

Mahasiswa Unhas Ciptakan Kemasan Cerdas Pengukur Tingkat Kematangan Buah

Penulis: Nurhikmah
Editor: Nur Hidayat Said
Mahasiswa Unhas Ciptakan Kemasan Cerdas Pengukur Tingkat Kematangan Buah
Riskawanti Rahman.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pada umumnya buah avokad di pasar ataupun di supermarket dijual dalam bentuk dikemas atau dan tanpa dikemas. Di era modern ini, melihat tingkat kepekaan dan minat konsumen akan buah yang dikemas, menuntut munculnya berbagai jenis kemasan. 

Berawal dari ide tersebut, tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), Riskawanti Rahman, Dewi Sisilia Yolanda, dan Meitha Putri D, mengembangkan  kemasan cerdas (smart packaging).

Gunanya untuk mengukur tingkat kematangan buah avokad yang dikemas. Kemasan cerdas adalah salah satu kemasan yang dapat memberikan informasi bagi konsumen mengenai keadaan atau kondisi pada produk yang dikemas tanpa harus merusak kemasan.

Kemasam cerdas hasil pengembangan tiga mahasiswa cantik ini selanjutnya berhasil memenangkan Pogram Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian yang digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI).

Mahasiswa Unhas Ciptakan Kemasan Cerdas Pengukur Tingkat Kematangan Buah

Dewi Sisila Yolanda.

Pada kemasan cerdas ini terdapat smart sensor berupa kertas indikator yang dibuat dengan memanfaatkan kubis merah sebagai larutan indikator alami yang akan diabsorbsi pada media penyerap berupa kertas whatman.

Pada pengaplikasiannya smart sensor berupa kertas indikator akan mengalami perubahan warna seiring dengan kondisi buah avokad yang dikemas. 

"Warna ungu pada kertas indikator menunjukkan buah dalam kondisi sangat segar, ketika kertas indikator berubah menjadi warna biru kehijauan menunjukkan buah avokad masih segar, dan ketika berubah menjadi warna kuning menandakan buah avokad sudah busuk/matang optimal. Perubahan kertas indikator tersebut didasarkan pada produksi asam-asam volatil dari buah  yang akan bereaksi dengan kertas indikator," jelas Dewi.

Mahasiswa Unhas Ciptakan Kemasan Cerdas Pengukur Tingkat Kematangan Buah

Meitha Putri D.

Dewi menjelaskan, pembuatan kertas indikator, terlebih dahulu dilakukan dengan membuat larutan indikator dari ekstrak kubis merah, kemudian dilakukan  pengaturan pH menjadi 7 menggunakan larutan HCl setelah itu potongan kertas whatman direndam kedalam larutan indikator dengan lama perendaman selama 15 jam. 

"Setelah itu kertas indikator dikeringkan dan ditempelkan pada plastik polietilen sebagai penutup stereofoam kemasan buah avokad," jelasnya.