Rabu, 11 Juli 2018 14:54 WITA

Ada Pendaftar dari Malaysia, 798 Calon Maba STIBA Berebut 500 Kuota 

Editor: Abu Asyraf
Ada Pendaftar dari Malaysia, 798 Calon Maba STIBA Berebut 500 Kuota 
Calon mahasiswi STIBA mengikuti ujian tertulis di Gedung Aisyah, Rabu (11/7/2018). (FOTO-FOTO: DOK STIBA)

RAKYATKU.COM - Sebanyak 798 calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar tahun ajaran 1439-1440 Hijriah/2018-2019 Masehi mengikuti seleksi, Rabu (11/7/2018). Mereka memperebutkan 500 kuota untuk program studi perbandingan mazhab.

Ujian berlangsung di Masjid Anas bin Malik bagi calon mahasiswa laki-laki. Peserta berjumlah 398. Sementara peserta ujian perempuan yang berjumlah 400 orang mengikuti ujian di Gedung Aisyah.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Ustaz Imran Yunus Lc, tercatat 1.456 orang mendaftarkan diri secara online melalui laman resmi STIBA Makassar. Namun, hanya 798 di antaranya yang dinyatakan lulus berkas. Merekalah yang selanjutnya berhak berkompetisi mengikuti ujian lisan maupun tulisan.

Materi ujian terdiri antara lain Alquran, Hadits, Aqidah, Fikih, Sirah Nabi, dan Bahasa Arab. Sebagian soal ujian berbahasa Arab.

Tahun ini, STIBA akan menerima lebih banyak mahasiswa baru yaitu sebanyak 500 orang, terdiri atas 300 mahasiwa dan 200 mahasiswi. Panitia mensyaratkan seluruh calon mahasiswa baru yang akan diterima harus bebas narkoba.

Makanya, selain ujian tertulis dan lisan, panitia juga akan melakukan tes kesehatan. Seluruh calon mahasiswa baru akan menjalani tes urine. "Tes kesehatan dijadwalkan 19 dan 20 Juli 2018," jelas Humas STIBA, Ustaz Syahrul Qur'ani Lc.

Ada Pendaftar dari Malaysia, 798 Calon Maba STIBA Berebut 500 Kuota 

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaftar tahun ini adalah yang terbanyak. Selain calon mahasiswa baru dari berbagai daerah di Tanah Air, tahun ini STIBA menerima dua pendaftar asal Malaysia. 

Ketua STIBA Makassar Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc, MA, PhD menyatakan rasa syukurnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Menurutnya, meningkatnya antusias masyarakat bahkan hingga ke negeri jiran untuk mendaftarkan putra-putri mereka di STIBA menunjukkan semakin tingginya kepercayaan mereka terhadap STIBA Makassar. 

"Di samping itu, ini juga menunjukkan semakin besarnya amanah yang diemban oleh para penyelenggara STIBA Makassar, baik pengelola, maupun dosen,” ujar Ustaz Yusran.

Irsan, salah seorang peserta ujian asal Maluku Utara menyatakan harapannya agar diterima tahun ini di STIBA Makassar. Tekadnya mendaftar di STIBA dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat daerah asalnya yang selain minoritas, juga pada umumnya jauh dari nilai-nilai agama.

Berita Terkait