Kamis, 05 Juli 2018 11:19 WITA

Basri Modding Resmi Jabat Rektor UMI

Penulis: Nur Izzati
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Basri Modding Resmi Jabat Rektor UMI

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Yayasan Wakaf Universitas Muslim indonesia (UMI), Muh Mokhtar Noer Jaya melantik Rektor UMI periode 2018-2020, Prof Dr H Basri Modding SE MSi, di Auditorium Aljibra Kampus II UMI Makassar, Kamis (5/7/2018).

Sosok Prof Basri Modding bukanlah wajah baru di kampus swasta terbaik di Indonesia Timur itu. Pria kelahiran Jeneponto, 18 Agustus 1963 ini merupakan alumni Fakultas Ekonomi UMI, dan tercatat pernah menjabat Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar sejak 2010 hingga 2018.

Prof Basri sendiri berhasil menduduki kursi Rektor UMI, setelah unggul suara dari Prof Hambali Thalib pada proses pemilihan Rektor UMI, Minggu (1/7/2018) lalu. 

Dua calon lainnya yang juga menyatakan maju, Prof Dirgahayu Lantara dan Prof Syahnur menyatakan mundur sesaat sebelum pemilihan.

Resmi menahkodai kampus UMI, Prof Basri Modding akan melanjutkan program yang sebelumnya telah dijalankan oleh Rektor sebelumnya Prof Masrurah Mokhtar. Ia juga bertekad untuk mewujudkan pengembangan karakter melalui tiga langkah. Kata dia, langkah pertama adalah dengan pendidikan karakter.

"Dan kita di UMI sudah punya wadahnya, Pesantren Padanglampe. Kedua perguruan tinggi menghasilkan potensi, dan perlunya literasi khususnya literasi teknologi. Ini perlu digaris bawahi, kalau kita mau maju kita harus menguasai teknologi informasi," paparnya.

Basri Modding Resmi Jabat Rektor UMISementara itu, Rektor UMI periode sebelumnya, Prof Masrurah Mokhtar berharap Prof Basri Modding bisa menjalankan amanah yang diberikan. 

Di sisi lain, perempuan 68 tahun ini juga menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf jika jika punya kesalahan selama memimpin UMI selama 2 periode, sejak 2010 hingga 2018.

"Selamat kepada adindaku Prof Modding, jaga amanah ini. Ini buka hanya kepercayaan dari civitas akademika UMI, tapi juga amanah dari Allah dan jangan lupa umrahkan seluruh karyawan. Saya juga meminta maaf atas kepemimpinan saya, ada tutur kata yang kurang mengenang. Saya sadar betul itu di luar kesengajaan saya," paparnya.

Tags