Minggu, 24 Juni 2018 09:38 WITA

Bukan Kampus Radikal, Dekan FTI UMI: Kami Terima Mahasiswa Beragama Apapun

Editor: Abu Asyraf
Bukan Kampus Radikal, Dekan FTI UMI: Kami Terima Mahasiswa Beragama Apapun
Dekan FTI UMI Zakir Sabara (kiri) bersama Wapres Jusuf Kalla dan Prof Mansyur Ramli.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di kawasan timur Indonesia.

Karena memiliki kesan yang religius, maka tak sedikit masyarakat yang mengira bahwa kampus yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo itu hanya membuka diri bagi agama tertentu saja.

Namun, anggapan demikian kini ditepis dengan keikutsertaan dua mahasiswa non muslim yakni Damaris (22) dan Puspa (22) dalam acara penyumpahan insinyur dan yudisium sarjana, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI, di Myko Hotel, Sabtu malam (23/6/2018).

"Perlu diketahui, FTI UMI dalam wisuda kali ini menghasilkan lulusan sarjana dua bercadar dan dua non muslim. Melalui ini saya ingin sampaikan, berilah kepercayaan kepada kampus untuk mengelola pendidikan dengan baik agar cap kampus jauh dari radikal dan kepentingan politik semata," kata Dekan FTI UMI, Ir Zakir Sabara.

Ia menjelaskan, pihaknya mau menerima mahasiswa nonmuslim, karena akronim kampus UMI tidak berhenti di kata "Muslim" saja, melainkan ada kata "Indonesia".

“Jadi semua yang ada di Indonesia kami terima mau agama apapun itu. Saya ingin sampaikan jika kampus kami jauh dari radikal dan juga kepentingan politik semata,” imbuhnya.

Penyumpahan insinyur dan yudisium sarjana diikuti 192 lulusan sarjana dan 71 lulusan profesi insinyur FTI UMI.

Tags