Kamis, 21 Juni 2018 22:58 WITA

Calon Siswa Keluhan KK dan Akte Kelahiran Harus Dilegalisasi, Ini Penjelasan Kadisdik Sulsel

Editor: Nur Hidayat Said
Calon Siswa Keluhan KK dan Akte Kelahiran Harus Dilegalisasi, Ini Penjelasan Kadisdik Sulsel
Irman Yasin Limpo.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018, calon siswa-siswi bersama orang tuanya mengeluhkan tentang proses PPDB yang harus mendatangi Disdukcapil setempat untuk legalisasi Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengaku heran karena seluruh proses PPDB sudah disosialisasikan sebelumnya. 

None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo, mengatakan di hari pertama ada 65 ribu siswa-sisiwi mendaftar dan tidak ada riak-riak. Sementara di hari kedua hanya 40 ribu dan baru ada siswa-sisiwi dan orang tua yang teriak.

Legalisasi KK dan akte kelahiran di Disdukcapil setempat, kata dia, sudah sepengetahuan Disdukcapil provinsi dan Disdukcapil Kabupaten/kota dan. Dan, itu sudah disosialisasikan sebelum pendaftaran.

Bukan hanya itu, jauh sebelumnya Disdik Sulsel sudah menjalin kerja sama dengan Disdukcapil Provinsi dan Dinsos Provinsi untuk mempermudah proses PPDB.

"Soal legalisir KK dan akte kelahiran tersebut Disdukcapil provinsi dan Disdukcapil Kabupaten/kota sudah melakukan rapat. Ini hasil rapatnya yang dilaporkan, sesuai hasil keputusan rapat kami bahwa KK tersebut harus dikeluarkan dan ditandatangani/distempel oleh Disdukcapil setempat," jelasnya. 

Lebih jauh None menjelaskan, Disdik Sulsel hanya memberikan persyaratan tentang kartu keluarga yang benar dan terlegitimasi oleh instansi resmi.

"Malah untuk memudahkan sedari awal kami meminta link data kependudukan, supaya tidak perlu lagi legalisir, tetapi link tersebut tidak diberikan," tuturnya. 

Karena opsi pertama tidak bisa dijalankan, opsi kedua yaitu siswa-sisiwi dengan didampingi orang tua harus mendatangi Disdukcapil setempat untuk melegalisasi KK dan akte kelahiran. Hal ini pun sudah disosialisasikan sebelumnya.