Senin, 04 Juni 2018 15:41 WITA

Dekan FKIP Unismuh: Kreativitas Mahasiswa Jangan Dicengkram

Penulis: Nur Izzati
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Dekan FKIP Unismuh: Kreativitas Mahasiswa Jangan Dicengkram

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menjaga budaya Indonesia tentunya menjadi kewajiban bagi setiap warga negaranya. Termasuk dalam melestarikan ragam tari tradisional yang ada di berbagai daerah.

Jamila selaku Pakar Tari mengungkapkan, saat ini seni tari tidak hanya diminati oleh kalangan wanita saja, tetapi juga pria.

"Penari saat ini tidak didominasi oleh perempuan. Kadang stigma masyarakat hanya perempuan saja yang menari,” ujarnya dalam Talkshow dengan tema tema 'Mencetak Generasi Penari' yang digelar oleh UKM Seni Budaya Talas Unismuh Makassar, di pelataran FKIP, belum lama ini.

Menurutnya, Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang kaya akan budaya, sehingga masyarakat khususnya seniman tidak akan kehabisan inspirasi.

“Kita tidak kehabisan inspirasi baik dibidang tari, musik, teater. Yang paling utama untuk menjadi seorang penari, terkait dengan teknik,” jelasnya.

Pembina UKM SB Talas Unismuh, Erwin Akib mengatakan, untuk menunjukkan kepedulian terhadap budaya tradisional di tengah era yang semakin maju, bisa dilakukan dengan melestarikan budaya yang ada di wilayah Sulsel. Seperti yang dilakukan oleh UKM SB Talas Unismuh.

Menurutnya pula, setiap perguruan tinggi berkewajiban untuk peduli dan mendukung terhadap kegiatan kemahasiswaan yang bernilai positif. 

“Kegiatan kemahasiswaan yang bernilai positif sudah seharusnya didukung baik dari sarana dan prasarananya. Kreativitas mahasiswa jangan dicengkram dan dipasung,” imbuh lelaki yang juga sebagai Dekan FKIP Unismuh ini.

Erwin menambahkan, Unismuh Makassar akan menjadi tuan rumah kegiatan seni nasional 'Variasi' yang akan dilangsungkan pada tahun 2019 mendatang.

"Insya Allah tahun depan, kita akan menjadi tuan rumah festival tari seluruh indonesia. Ini tentu momen yang penting, karenanya hal ini harus dilestarikan dan UKM Talas perlu dipacu," demikian Erwin.