Kamis, 24 Mei 2018 15:44 WITA

Jurusan BTP Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Gelar PKM di Maros

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jurusan BTP Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Gelar PKM di Maros

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bagi kelompok tani Sejahtera dan Minasa Baji, di Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, pada bulan April 2018 lalu.

Ketua pelaksana PKM Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Junyah Leli Isnaini mengatakan, limbah pertanian dan peternakan yang cukup berlimpah di kedua desa itu, belum dikelola dengan baik. Sehingga cenderung 
hanya menjadi tumpukan sampah yang menjadi sarang hama dan penyakit, sehingga berdampak pada kesehatan lingkungan.

"Namun bila dikelola dengan baik maka, limbah pertanian dan kotoran serta urine sapi yang berlimpah tersebut, dapat bernilai ekonomi, yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Bantimurung. Misalnya dijadikan bahan baku pupuk organik," kata Junyah.

Kata dia, selama ini, petani umumnya sudah menggunakan pupuk organik berupa kotoran sapi yang cukup melimpah di desa ini, selain pupuk kimia (Urea,SP36,dan KCl) sebagai sumber hara tanaman. Namun, karena kotoran sapi yang diberikan ke tanaman tanpa melalui proses dekomposisi yang benar, sehingga bukan saja tidak memberikan kontribusi bagi pertumbuhan tanaman, bahkan berpotensi menjadi sarang hama dan penyakit.

"Di sisi lain, seiring hilangnya subsidi pupuk kimia, kelangkaan pupuk kimia dan harga yang tinggi di pasaran, menjadi kendala petani dalam pemenuhan kebutuhan hara tanaman," lanjutnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kelangkaan dan tingginya harga pupuk kimia, yang cenderung naik dan seringnya terjadi kelangkaan, maka perlu dicari alternatif pengganti yang ramah lingkungan dan mampu mensubtitusi kebutuhan hara tanaman.

"Teknologi Trichoderma yang akan menghasilkan Bokashi Plus T mampu memenuhi masalah tersebut. Bokashi Plus T dapat mengganti manfaat pupuk kimia dan pestisida kimia," jelas Junyah.

Bokashi Plus T yang mengandung trichoderma, akan mendukung pertumbuhan tanaman dan menjadikan tanah dan tanaman lebih resisten terhadap hama dan penyakit.

Jurusan BTP Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Gelar PKM di Maros

Tujuan dan target luaran jangka pendek yang akan dihasilkan adalah; mitra mengetahui pentingnya penggunaan teknologi Trichoderma dalam pembuatan pupuk organik bokashi Plus T. Kedua, mitra mampu untuk memperbanyak sendiri biang/starter bokashi.

Ketiga, mitra mampu untuk memproduksi Bokashi Plus T sendiri. Dan terakhir, mitra terampil mengaplikasikan bokashi secara mandiri di pertanaman (aplikasi tepat dan benar/sesuai SOP).

"Target luaran jangka panjang yang akan dihasilkan adalah hilangnya ketergantungan mitra terhadap pupuk dan pestisida kimia dalam pengelolaan tanaman. Diperoleh tanaman yang sehat tanpa bergantung pupuk dan pestisida kimia. Dan terbentuk wirausahawan baru yang memproduksi Bokashi Plus T," jelasnya.

Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung realisasi program, terdiri atas 3 metode. Yaitu penyuluhan partisipatif, pelatihan (demostrasi dan kegiatan praktek oleh peserta), dan terakhir pembimbingan dan pendampingan.
 

Berita Terkait